Menurut Kotler (2008: 244) “Iklan adalah segala bentuk penyajian
non personal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh suatu sponsor tertentu
yang memerlukan pembayaran”.
Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang
sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu
khalayak target melalui media bersifat massal seperti televisi, radio, koran,
majalah, direct mail, reklame luar ruang, atau kendaraan umum (Lee &
Johnson, 2007:3).
Iklan merupakan bentuk komunikasi, maka keberhasilannya dalam
mendukung program pemasaran merupakan pencerminan dari keberhasilan
komunikasi perusahaan menggunakan iklan sebagai media komunikasi, tentu
mengupayakan isi iklan tersebut mampu menciptakan keyakinan yang positif
terhadap atribut-atribut produknya karena keyakinan semacam ini akan
mendorong sikap konsumen yang positif juga terhadap merek tersebut.
tujuan periklanan adalah sebagai berikut (Kotler dan Amstrong,
2008:72) :
a. Memberi Informasi
membuat konsumen sadar akan merek – merek baru, mendidik
mereka berbagai fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra
merek yang positif. Karena merupakan suatu bentuk komunikasi yang efektif,
berkemampuan menjangkau khalayak luas.
b. Membujuk
Iklan yang efektif akan mampu membujuk pelanggan untuk
mencoba produk dan jasa yang diiklankan. Terkadang, membujuk berbentuk
mempengaruhi permintaan primer, yakni menciptakan permintaan bagi
keseluruhan kategori produk dan iklan berupaya untuk membangun
permintaan sekunder, permintaan bagi merek perusahaan yang spesifik.
c. Mengingatkan
Iklan menjaga merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para
konsumen. saat kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan produk yang
diiklankan, dampak periklanan untuk hadir di benak konsumen sebagai suatu
kandidat merek yang akan dibeli. Periklanan yang efektif juga meningkatkan
minat terhadap merek yang sudah ada dan pembelian sebuah merek yang
mungkin tidak akan dipilihnya
