Supply Chain (rantai pasok) merupakan suatu kegiatan yang terdiri dari
jaringan – jaringan perusahaan (supplier, distributor, toko atau ritel) yang saling
berhubungan dengan aliran atau proses guna menciptakan dan mengantarkan
suatu produk ke konsumen akhir. Proses Supply Chain Management (SCM) yaitu
proses saat produk masih berbahan mentah, produk setengah jadi dan produk jadi
dan diubah serta dijual melalui berbagai fasilitas yang berhubungan dengan rantai
sepanjang arus produk dan material. Sehingga dapat disimpulkan bahwa supply
chain merupakan suatu pendekatan pada perusahaan yang melibatkan seluruh
kegiatan dari hulu ke hilir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang di dalamnya
memiliki aliran dan transformasi suatu barang yang dimulai dari bahan baku hingga
ke pelanggan akhir dan serta terdapat aliran informasi dan uang (Nyoman, 2005).
Tujuan SCM yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan dari
pelanggan, memastikan persediaan produk, hingga mendapatkan keuntungan.
Selain itu dengan adanya SCM juga dapat mengendalikan aliran informasi yang
berkaitan dengan produk dan modal, agar tetap dapat bersaing secara kompetitif
(Hartati, 2018). SCM bukan hanya berfokus terhadap pengelolaan secara internal,
tetapi juga berfokus secara eksternal perusahaan yang berhubungan dengan
perusahaan partner. Supply chain management juga memiliki manfaat bagi suatu
industri atau organisasi. Manfaat SCM yaitu, dapat mengendalikan inventory,
menjamin kelancaran dari aliran barang dari pemasok hingga ke konsumen, kualitas
terjamin dan dapat memperbanyak supplier atau partnership (Sutawijaya, 2016).
Pada proses supply chain yang sempurna akan berfokus pada proses bisnis
yangberhubung dengan tujuan yang operasional. Manajemen rantai pasokan yang
lengkap memerlukan ratusan proses untuk diimplementasikan dengan secara
struktur, sehinggafokus dari proses bisnis yang kecil dapat memberikan manfaat
operasional dan finansial yang besar. Kemampuan proses bisnis mencakup proses
cross-functional, proses extended atau interenterprise, penggunaan dari optimasi
pengambilan keputusan, penggunaan pengambilan keputusan dan penggunaan dari
manajemen resiko. Berdasarkan tingkat kompleksitasitasnya, supply chain
dikategorikan menjadi tiga bagian yaitu, direct supply chain, extended supply chain
dan ultimate supply chain (Febrianti, dkk., 2018).
