Salah satu faktor kunci untuk mengoptimalkan supply chain adalah dengan
menciptakan alur informasi yang bergerak secara mudah dan akurat diantara
jaringan atau mata rantai tersebut, dan pergerakan barang yang efektif dan
efisien yang menghasilkan kepuasan maksimal pada para pengguna akhir.
Perkembangan terakhir dari konsep yang digunakan dan dikembangkan untuk
meningkatkan efisiensi dan efektifitas pergerakan barang atau material adalah
sebagai berikut :
- Mengurangi jumlah supplier, hal ini dilakukan untuk mengurangi
ketidakseragaman, biaya-biaya negosiasi, dan pelacakan (tracking).
Konsep ini adalah awal kecenderungan dari konsep multiple supplier ke
single supplier. - Mengembangkan supplier partnership atau strategic alliance. Konsep ini
menganggap bahwa hanya dengan supplier partnership, key supplier
untuk material tertentu merupakan strategic sources yang dapat
diandalkan dan dapat menjamin lancarnya pergerakan material dalam
supply chain.
Keputusan-keputusan dalam manajemen rantai pasokan ada tiga : - Tingkat strategis, yakni suatu keputusan jangka panjang yang berkaitan
dengan lokasi (keadaan geografis lokasi), produksi (menentukan produk
apa yang dibuat, dimana pembuatannya, pemasok mana yang dipakai, dari
pabrik mana distribusi dipasok), persediaan (cara mengatur persediaan
seluruh rantai pasokan), dan transportasi (mode transportasi). - Tingkat tastis, yakni suatu keputusan jangka menengah yang perkiraan
besarnya kebutuhan bulanan, mingguan, pembuatan MRP, rencana
distribusi dan transportasi, serta rencana produksi. - Tingkat operasional, yakni suatu keputusan mengenai aktifitas operasional
dari sehari-hari.
