1) Ketenagakerjaan
Tenaga kerja merupakan aset paling berharga dan menentukan
dalam operasi perusahaan. Namun aspek ketenagakerjaan ini
mengandung risiko yang harus diperhitungkan.
Tenaga kerja sebagai aset perusahaan juga memiliki risiko yang
perlu diperhitungkan. Pekerja berpengalaman dan memegang
peranan kunci dalam produksi, jika berhenti atau di bajak oleh
perusahaan lain dapat merugikan dan mempengaruhi proses
produksi, kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.
Tenaga kerja juga merupakan salah satu unsur yang dapat
memicu kecelakaan atau kegagalan dalam proses produksi.
Mempekerjakan pekerja yang tidak terampil, lalai merupakan
risiko yang serius bagi keselamatan.
2) Teknologi
Aspek teknologi di samping bermanfaat untuk meningkatkan
produktifitas juga mengandung berbagi risiko. Penggunaan
mesin modern misalnya dapat minimbulkan risiko kecelakaan
dan pengurangan tenaga kerja.
3) Risiko K3
Risiko k3 adalah risiko yang berkaitan dengan sumber bahaya
yang timbul dalam aktifitas bisnis yang menyangkut aspek
manusia, peralatan, material dan lingkungan kerja. Umumnya
risiko K3 dikonotasikan sebagai hal negatif antara lain:
(1) Kecelakaan terhadap manusia dan aset perusahaan
(2) Kebakaran dan peledakan
(3) Penyakit akibat kerja
(4) Kerusakan sarana produksi
(5) Gangguan operasiona
