Manajemen Risiko


Dalam penanggulangan setiap risiko yang mungkin terjadi, diperlukan suatu proses
yang disebut sebagai manajemen risiko. Manajemen risiko merupakan suatu proses dalam
mengidentifikasi risiko, penilaian risiko dan pengambilan langkah-langkah untuk
mengurangi risiko sehingga risiko tersebut berada pada tingkat yang dapat diterima.
Kegiatan dalam manajemen adalah kegiatan memperbesar probabilitas dan dampak dari
peristiwa-peristiwa positif dan meminimalisasi probabilitas dan dampak dari peristiwa-
peritiwa yang tidak diinginkan dalam pencapaian suatu tujuan (Crouhy, 2001). Clough dan
Sears (1994) menyatakan bahwa manajemen risiko didefinisikan sebagai suatu pendekatan
yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang menimbulkan kerugian.
Tindakan manajemen risiko diambil oleh para praktisi untuk merespon bermacam-macam
risiko. Responden melakukan dua macam tindakan manajemen risiko yaitu mencegah dan
memperbaiki. Tindakan mencegah digunakan untuk mengurangi, menghindari, atau
mentransfer risiko pada tahap awal proyek, sedangkan tindakan memperbaiki adalah untuk
mengurangi efek-efek ketika risiko terjadi atau ketika risiko harus diambil (Shen, 1997).
Manajemen risiko adalah sebuah cara yang sistematis dalam memandang sebuah risiko
dan menentukan dengan tepat penanganan risiko tersebut. Ini merupakan sebuah sarana
untuk mengidentifikasi sumber dari risiko dan ketidakpastian, dan memperkirakan dampak
yang ditimbulkan dan mengembangkan respon yang harus dilakukan untuk menanggapi
risiko (Uher, 1996). Pendekatan sistematis mengenai manajemen risiko dibagi menjadi tiga
bagian utama yaitu identifikasi risiko, analisa dan evaluasi risiko serta respon atau reaksi
untuk menanggulangi risiko (Soeharto, 1999).