Celluci dan De Vries (1978 dalam Fuad, 2004:28) merumuskan indikator-
indikator kepuasan kerja dalam 5 indikator sebagai berikut :
a. Kepuasan dengan gaji
Karyawan menginginkan sistem upah dan kebijakan promosi yang
mereka persepsikan sebagai adil, tidak meragukan, dan segaris dengan
pengharapan mereka. Bila upah dilihat adil berdasarkan pada tuntutan
pekerjaan, tingkat ketrampilan individu, dan standar pengupahan
komunitas, kemungkinan besar akan dihasilkan kepuasan. Jika gaji yang
diberikan lebih rendah dibandingkan dengan gaji yang berlaku maka
akan timbul ketidakpuasan kerja karyawan terhadap gaji.
b. Kepuasan dengan promosi
Kesempatan promosi mengakibatkan pengaruh yang berbeda terhadap
kepuasan kerja karena adanya perbedaan balas jasa yang diberikan.
Proses pemindahan dari jabatan satu ke jabatan lain yang lebih tinggi
(promosi) selalu diikuti oleh tugas, tanggung jawab, dan wewenang
lebih tinggi daripada jabatan yang diduduki sebelumnya. Dengan
promosi akan memberian kesempatan untuk pertumbuhan pribadi,
tanggung jawab yang lebih banyak, dan status sosial yang meningkat.
Apabila promosi dibuat dengan cara yang adil diharapkan mampu
memberikan kepuasan kepada karyawan.
c. Kepuasan dengan rekan kerja
Rekan kerja yang bersahabat, kerjasama antar rekan sekerja atau
kelompok kerja adalah sumber kepuasan kerja bagi pekerja secara
individual. Sementara kelompok kerja dapat memberikan dukungan,
nasehat atau saran serta bantuan kepada sesama rekan kerja. Kelompok
kerja yang baik membuat pekerjaan lebih menyenangkan. Baiknya
hubungan antara rekan kerja sangat besar artinya bila rangkaian
pekerjaan tersebut memerlukan kerja sama tim yang tinggi. Tingkat
keeratan hubungan mempunyai pengaruh terhadap mutu dan intensitas
interaksi yang terjadi dalam suatu kelompok. Kelompok yang
mempunyai tingkat keeratan yang tinggi cenderung menyebabkan para
pekerja lebih puas berada dalam kelompok. Kepuasan timbul terutama
berkat kurangnya ketegangan, kurangnya kecemasan dalam kelompok
dan karena lebih mampu menyesuaikan diri dengan tekanan pekerjaan.
d. Kepuasan dengan penyelia
Tugas pengawasan tidak dapat dipisahkan dengan fungsi
kepemimpinan, yaitu usaha mempengaruhi kegiatan bawahan melalui
proses komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan
organisasi. Gaya kepemimpinan yang ditetapkan oleh seorang manajer
dalam organisasi dapat menciptakan integrasi yang serasi dan
mendorong gairah kerja karyawan untuk mencapai sasaran yang
maksimal. Perlunya pengarahan, perhatian serta motivasi dari pemimpin
diharapkan mampu memacu karyawan untuk mengerjakan
pekerjaannya secara baik. Gaya kepemimpinan pada hakikatnya
bertujuan untuk mendorong gairah kerja, kepuasan kerja, dan
produktivitas kerja karyawan yang tinggi, agar dapat mencapai tujuan
organisasi yang maksimal.
e. Kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri
Unsur ini menjelaskan pandangan karyawan mengenai pekerjaannya
sebagai pekerjaan yang menarik, melalui pekerjaan tersebut karyawan
mempunyai kesempatan untuk belajar, dan memperoleh peluang untuk
menerima tanggung jawab
