Menurut Rivai dan Mulyadi dalam Kumala & Agustina (2018) mendefinisikan
bahwa “ Gaya Kepemimpinan adalah sekumpulan ciri yang digunakan pemimpin
untuk mempengaruhi bawahan agar sasaran organisasi dapat tercapai atau dapat pula
dikatakan bahwa gaya kepemimpinan adalah pola perilaku dan strategi yang disukai
dan sering diterapkan oleh seorang pemimpin”
Menurut Soekarso dalam Kumala & Agustina (2018) definisi gaya kepemimpinan
dapat diuraikan sebagai berikut:
- Gaya Kepemimpinan adalah perilaku atau tindakan pemimpin dalam
mempengaruhi para anggota atau pengikut; - Gaya Kepemimpinan adalah perilaku atau tindakan pemimpin dalam melaksanakna
tugas-tugas pekerjaan manajerial.
Menurut Veithzal Rivai dalam Sudayono (2014) mengemukakan bahwa “ Gaya
Kepemimpinan adalah pola menyeluruh dari tindakan seorang pemimpin, baik yang
tampak maupun yang tidak tampak oleh bawahannya. Gaya kepemimpinan
mengambarkan kombinasi yang konsisten dari falsafah, keterampilan, sifat dan sikap
yang mendasari perilaku seseorang”
Dari penelitian yang dilakukan Fiedler yang dikutip oleh Prasetyo (2006)
ditemukan bahwa “kinerja kepemimpinan sangat bergantung pada organisasi maupun
gaya kepemimpinan”
Pemimpin bisa efektif dan tidak efektif dalam situasi tertentu. Untuk meningkatkan
efektivitas organisasi, dibutuhkan kemauan untuk belajar bagaimana melatih
pemimpin secara efektif, namun juga menciptkan lingkungan organisasi yang
pemimpinnya mampu melaksanakan tugasnya dengan baik”.
Selain itu, Prasetyo (p.28) berpendapat “ gaya kepemimpinan adalah cara yang
digunkana dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku
kepemimpinan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai
dengan apa yang dia inginkan”. Lebih lanjut, Flippo (1987) mengungkapkan “gaya
kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang
untuk mengintergrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk emncapai
suatu tujuan tertentu”
Tiga gaya kepemimpinan yang disimpulkan oleh Lewin menurut University of
Lowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002) ialah “ gaya kepemimpinan
autikratis, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan” Laissez-Faire
Gaya kepemimpinan yang mendasarkan keputusan dan kebijakan dari dirinya
secara penuh merupakan gaya kepemimpinan autokratis, gaya ini membuat pemimpin
mengontrol setiap aspek pelaksanaan kegiatan yang mana ia akan memberitahu target
utama dan target minor yang perlu dikejar dan cara untuk mencapai target tersebut.
Seorang pemimpin yang bertindak sevafau pengawas anggotasnya dan
menyediakan cara penyelesaian masalah yang dihadapi anggota. Dengan demikian,
anggota organisasi tidak perlu repot-repot memikirkan apapund an cukup melakukan
tindakan atas keputusan yang diambil oleh pemimpinnya. Kepemimpinan otokrasi
snagat sesuai dengan anggota yang berkompetensi rendah tetapi berkomitmen yang
tinggi
