Tujuan Penetapan Harga

Tujuan penetapan harga bisa mendukung strategi pemasaran yang
berorientasi pada permintaan primer apabila perusahaan meyakini bahwa
harga yang lebih murah dapat meningkatkan jumlah pemakai, tingkat
pemakaian atau pembelian ulang dalam bentuk atau kategori produk tertentu.
Tujuan penetapan harga menurut Suparyanto dan Rosad (2015:142), terdapat
beberapa tujuan ditetapkannya harga suatu produk, antara lain:
a. Mencapai keuntungan-keuntungan merupakan hasil perkalian antara omset
dan harga jual lalu dikurangi harga pokok produksi, biaya pemasaran, dan
biaya distribusi. Dengan demikian harga menjadi salah satu indikator
untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu.
b. Mencapai tingkat penjualan perusahaan dapat menetapkan harga tertentu,
misalnya dengan harga jual rendah diharapkan mencapai tingkat penjualan
yang tinggi.
c. Mencapai pangsa pasar pangsa pasar merupakan jumlah pelanggan potensi
yang dimiliki oleh perusahaan. Harga dapat dijadikan sebagai strategi
untuk mencapai pangsa pasar yang tinggi. Jika perusahaan menetapkan
harga jual yang paling rendah dibandingkan dengan semua harga produk
pesaing, maka diharapkan dapat mencapai omset yang besar.
d. Menciptakan good image konsumen tidak menutup kemungkinan
memberikan penilaian baik terhadap produk perusahaan. Pada saat
perusahaan menetapkan harga produk yang tinggi secara tidak langsung
memberikan informasi bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang
tinggi pula.
e. Mengurangi persediaan produk pada saat persediaan produk tertentu masih
menumpuk digudang padahal sudah mendekati waktu kadaluarsa, maka
perusahaan dapat menjualnya dengan harga lebih rendah supaya jumlah
persediaan tersebut dapat dikurangi dan perusahaan masih memperoleh
pendapatan.
f. Menjadi strategi bersaing pada umumnya konsumen lebih menyukai
produk dengan harga murah.
Menurut Tjiptono, F (2016:154), terdapat beberapa hal yang menjadi
tujuan penetapan harga, yaitu:
a. Tujuan berorientasi pada laba Ini didasarkan pada asumsi teori ekonomi
klasik yang menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga
yang dapat menghasilkan laba yang maksimum. Dalam kondisi persaingan
yang ketat dan serba kompleks penerapannya sangat sulit untuk dilakukan.
karena sukar sekali untuk dapat memperkirakan secara akurat jumlah
penjualan yang dapat dicapai pada tingkat harga tertentu.
b. Tujuan berorientasi pada volume Tujuan ini berorientasi pada volume
dimana harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target
volume penjualan, nilai penjualan, ataupun untuk menguasai pangsa pasar.
Misalnya, biaya operasional pemasangan jalur telepon untuk satu rumah
tidak berbeda jauh dengan biaya pemasangan untuk lima rumah. Selain itu
tujuan ini juga banyak diterapkan oleh perusahaan penerbangan, lembaga
pendidikan, perusahaan tour and travel, perusahaan bioskop, pemilik
perusahaan bisnis pertunjukan lainnya.
c. Tujuan berorientasi pada citra. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi
untuk membentuk atau mempertahankan citra perusahaan. Biasanya
perusahaan yang menetapkan harga tinggi, ingin membentuk citra yang
mewah dan berkelas terhadap produk dan perusahaan di kalangan
masyarakat. Tujuan ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan
fashion ternama atau perusahaan otomotif yang terkenal akan kendaraan-
kendaraan mewahnya. Sebaliknya, harga rendah dapat dipergunakan untuk
membentuk citra nilai tertentu.
d. Tujuan stabilisasi harga Tujuan stabilisasi harga dilakukan dengan
menetapkan harga untuk dapat mempertahankan hubungan yang stabil
antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri.
e. Tujuan-tujuan lainnya Penetapan harga dapat juga bertujuan untuk
mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas konsumen,
mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur tangan pemerintah.