Dimensi Inovasi Sektor Publik


Secara umum inovasi sering kali diterjemahkan sebagai
penemuan baru, namun sebenarnya aspek dalam “kebaruan”
dalam inovasi sangat ditekankan untuk inovasi sektor swasta.
Sektor swasta selalu dituntut untuk terus menerus melakukan
Inovasi agar bisa meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu
sektor swasta satu sama lain juga selalu bersaing dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam jasa yang ditawarkan.
Sedangkan, inovasi sektor publik lebih ditekankan pada aspek
“perbaikan” yang dihasilkan dari kegiatan inovasi tersebut, yaitu
pemerintah mampu memberikan pelayanan publik secara lebih
efektif, efisien, dan berkualitas, murah dan terjangkau oleh
masyarakat.
Halvorsen dkk (2005) telah menjelaskan tentang dimensi
inovasi yang telah dikembangkan di sektor publik, diantaranya :
1) Inovasi Konseptual
Dalam pengertian memperkenalkan misi baru,
pandangan, tujuan, strategi dan rational baru.
2) Inovasi Delivery
Merupakan cara-cara baru atau cara yang diubah dalam
menyelesaikan masalah, memberikan layanan atau
berinteraksi dengan pelanggan dengan tujuan untuk
memberikan layanan khusus
3) Inovasi Interaksi Sistem
Merupakan cara-cara baru atau yang diubah dalam
berinteraksi dengan pihak lain, baik itu pelanggan
maupun organisasi lain.
Pada kajian administrasi publik terdapat beberapa
perbedaan tipe inovasi dan perbedaan cara pengelompokan di
dalam literatur inovasi pemerintahan. Penggunaan tipelogi untuk
tujuan kita sebagai berikut:
1) Inovasi institusional, dimana fokus pada pembaharuan
institusi yang sudah ada dan/atau pembentukan institusi
baru;
2) Inovasi organisasi, termasuk pengenalan cara kerja baru,
prosedur atau teknik manajemen baru di dalam administrasi
publik;
3) Inovasi proses, dimana fokus pada perbaikan kualitas cara
pemberian layanan publik;
4) Inovasi konseptual, dimana fokus pada pengenalan bentuk
pemerintahan baru (mis. Pembuatan kebijakan interaktif,
keterlibatan dalam kepemerintahan, reformasi anggaran
publik, jaringan horizontal).
Perbedaan antara inovasi sektor publik dan swasta adalah
bahwa organisasi publik biasanya sebagai pemasok utama jasa dan
tidak bersaing untuk memaksimal keuntungan. Kurangnya daya
saing produk secara luas dianggap sebagai kurangnya untuk
perbaikan. Karyawan perusahaan swasta menemukan motivasi
mereka dari sejumlah besar alasan, salah satunya adalah dorongan
untuk memanfaatkan keuntungan. Seperti di sektor publik, pekerja
sektor swasta dapat dimotivasi oleh idealisme, sukacita menciptakan
sesuatu yang baru, minat yang kuat dalam pekerjaan, persahabatan
dan rasa memiliki, dan ambisi karier.
Menurut West (2000), inovasi berasal dari kreatifitas ide-
ide baru. Inovasi adalah penerapan ide-ide tersebut secara actual
dan praktek. Hal-hal yang dapat merangsang inovasi adalah:
1) Tantangan dalam lingkungan organisasi.
2) Tekanan yang kuat pada kualitas baik dalam proses maupun
akhir suatu layanan.
3) Perusahaan yang telah memperkenalkan dan
mengembangkan kerja tim yang efektif lebih besar
kemungkinan untuk berinovasi.
4) Adanya tuntutan kebutuhan prosedur yang dirancang secara
cermat untuk memastikan kerja gabungan yang efektif.
5) Adanya komunikasi dan koordinasi antar departemen.
6) Dukungan manajerial yang berupa keinginan personil untuk
mengembangkan dan mengimplementasikan ide-ide mulai
cara-cara baru yang lebih baik.
7) Adanya asumsi-asumsi dasar organisasi yang terbuka untuk
dikritisi.
8) Partisipasi dan hubungan antar anggota organisasi.
Peneliti mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan
Inovasi dengan mengartikan sebagai sebuah ide, praktek, atau
objek yang dianggap baru oleh individu suatu unit adopsi lainnya.
Beberapa ahli yang diantaranya Halvorsen telah mengemukakan
tentang dimensi yang dimiliki oleh Inovasi pada sektor publik,
diantaranya adalah Inovasi Konseptual, Inovasi Delivery, dan
Inovasi Interaksi sistem