Salah satu fungsi manajemen yang paling penting dalam sebuah
organisasi adalah mampu menghasilkan produk-produk atau jasa yang
telah dirancang secara tepat dan menghasilkan keluaran-keluaran yang
dapat memuaskan keinginan para pelanggan. Untuk menghasilkan
keluaran-keluaran yang tepat guna dan sesuai dengan keinginan
pelanggan maka perlu adanya inovasi dan desain produk. Tujuannya tidak
lain adalah untuk memenuhi keinginan dan kepuasan para konsumen.
Konsumen umumnya menginginkan produk-produk yang kreatif dan
inovatif sesuai dengan keinginan mereka. Bagi perusahaan,
keberhasilannya dalam melakukan inovasi berarti perusahaan tersebut
selangkah lebih maju dibandingkan pesaingnya.
Beberapa penelitian dan kajian juga menekankan pentingnya
menciptakan organizational creatifity sebagai prasayarat tumbuhnya
inovasi bisnis dalam sebuah organisasi Reniati (2013:4). Dari berbagai
literatur yang ada maupun jurnal yang diamati banyak yang
mengemukakan mengenai hubungan inovasi dengan keunggulan
bersaing. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Carayannis dan Gonzales
(2013:587) dalam Reniati (2013:4) yang menyatakan bahwa kreatifitas
dan inovasi organisasi berpengaruh positif terhadap keunggulan bersaing
sebuah organisasi. Perusahaan yang melakukan inovasi secara terus
menerus akan dapat mendominasi pasar, dengan kreasi, model dan
penampilan baru. Pada akhirnya dengan strategi inovasi akan
memunculkan keunikan produk yang sulit ditiru pesaing. Hal ini
menuntut kepandaian perusahaan dalam mengenali selera pelanggannya
sehingga inovasi yang dilakukan pada akhirnya memang sesuai dengan
keinginan pelanggannya. Secara umum, istilah inovasi dapat diartikan
sebagai terobosan yang berkaitan dengan produk-produk baru. Namun
seiring dengan perkembangan yang terjadi, pengertian inovasi juga
mencakup penerapan gagasan atau proses baru. Inovasi juga dipandang
sebagai mekanisme perusahaan dalam beradaptasi dengan lingkungannya
yang dinamis. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis
telah memaksa perusahaan untuk mampu menciptakan pemikiran-
pemikiran baru, gagasan-gagasan baru, dan menawarakan produk
inovatif.
Adapun beberapa pengertian inovasi menurut para ahli yaitu
diantaranya yang dikemukakan oleh Machfoedz (2014:21) inovasi
merupakan suatu proses untuk mengubah kesempatan menjadi ide yang
dapat dipasarkan. Inovasi lebih dari sekedar ide yang baik. Suatu gagasan
murni memegang peranan penting, dengan fikiran yang kreatif
mengembangkannya menjadi gagasan yang berharga.
Zuhal (2010:103) dalam Reniati (2013:25). inovasi bukanlah suatu
teknis, ia lebih merupakan istilah sosial-ekonomi yang menggambarkan
perubahan kebutuhan pasar atas sesuatu yang bersifat baru dan berguna
bagi para pengguna akhir. Dilihat dari kacamata industri dan pebisnis,
inovasi itu haruslah selalu “market focused”. Industri yang berorientasi
pada “product focused” sangat mungkin menghasilkan terobosan produk
baru tetapi belum tentu diminati pemakai (pasar).
Li dan Calantone ( 2015:17 ) dalam Reniati (2013:26) berpendapat
bahwa keunikan pada produk diartikan sebagai atribut penting dari
keunggulan produk tersebut, yang dipengaruhi daya inovatif serta
teknologi yang tinggi, sehingga dapat dihasilkan produk yang sesuai
dengan keinginan konsumen. Sedangkan Cooper (2010:38) menjelaskan
bahwa keunggulan produk baru sangat penting dalam lingkaran pasar
global yang sangat bersaing. Keunggulan tersebut tidak lepas dari
pengembangan produk inovasi yang dihasilkan, sehingga akan
mempunyai keunggulan dipasar yang selanjutnya akan menang dalam
persaingan.
Hal tersebut sependapat dengan Wahyono (2012:28-29) yang
menjelaskan bahwa inovasi yang berkelanjutan dalam suatu perusahaan
merupakan kebutuhan dasar yang pada gilirannya akan mengarah pada
terciptanya keunggulan kompetitif.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa inovasi
produk merupakan sesuatu yang dapat dilihat sebagai kemajuan
fungsional yang dapat membawanya selangkah lebih maju dibandingkan
pesaing dan memiliki suatu kelebihan yang dipandang sebagai nilai
tambah bagi konsumen. Dengan demikian inovasi semakin memiliki arti
penting bukan saja sebagai suatu alat untuk mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan melainkan juga untuk unggul dalam
persaingan.
