Etos Kerja


Etos dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti pandangan hidup yang
khas dari suatu golongan sosial sedangkan etos kerja diartikan sebagai semangat
kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.
Menurut Somantri (2019:10) etos kerja menunjukkan bahwa antara satu dengan
yang lainnya memberikan pengertian yang berbeda namun pada prinsipnya
mempunyai tujuan yang sama yakni terkonsentrasi pada sikap dasar manusia.
Priansa (2016:283) mengatakan bahwa etos kerja merupakan seperangkat
sikap atau pandangan mendasar yang dipegang karyawan untuk menilai bekerja
sebagai suatu hal yang positif bagi peningkatan kualitas kehidupan, sehingga
mempengaruhi perilaku kerjanya dalam organisasi.
Anoraga (2009:26) mendefinisikan “Etos kerja merupakan suatu pandangan
dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja”. Bila individu-individu dalam
komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia,
maka etos kerjanya akan cenderung tinggi. Sebaliknya, sikap dan pandangan
terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan, maka etos
kerja dengan sendirinya akan rendah.
Menurut Mac Clelland yang dikutip oleh Purwanti (2019:10) mengartikan
etos kerja dengan Need of Achievment (N. Ach) yakni virus mental yang mendorong
untuk meraih hasil atau prestasi hidup yang lebih baik dari keadaan sebelumnya,
atau dengan kata lain, sebuah semangat dan sikap mental yang selalu berpandangan
bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dari kehidupan kemarin, dan hari esok
harus lebih baik dari hari ini. Menurut Lawu, dkk. (2019:53) etos kerja
menggambarkan suatu sikap yang mengandung makna sebagai aspek evaluatif yang
dimiliki oleh seorang individu atau kelompok dalam memberikan penilaian
terhadap kegiatan kerja