Prosedur Penjualan


Prosedur penjualan tergantung pada bentuk usaha, cara penjualan dan jenis
barang yang digunakan diterima, dan berakhir dengan penyerahan barang kepada
langganan.
Fungsi-fungsi yang terlibat dalam siklus penjualan menurut Arens et al
(2006:412) adaah :

  1. Pemrosesan order pelanggan (Processing Customers Orders)
    Permintaan barang oleh pelanggan merupakan titik awal keseluruhan
    siklus. Biasanya permintaan ini dipeoleh dari penawaran untuk membeli barangbarang.
  2. Persetujuan penjualan secara kredit (Grantings credits)
    Sebelum barang dikirimkan, seseorang yang berwenang dalam perusahaan
    harus menyetujui penjualan secara kredit kepelanggan atas penjualan kredit
    tersebut.
    Praktik yang lemah dalam persetujuan penjualan secara kredit seringkali
    menyebabkan jumlah piutang tak tertagih cukup basar dan piutang uasah menjadi
    tak tertagih.
  3. Pengiriman barang (Shipping goods)
    Merupakan fungsi yang paling kritis karena merupakan titik pertama dari
    siklus ini diterima dimana terjadinya penyerahan aktivitas perusahaan.
    Kebanyakan perusahaan mengakui penjualan pada saat barang dikirimkan. Nota
    pengiriman disiapkan pada saat pengiriman dan secara otomatis dilakukan oleh
    komponen berdasarkan informasi order penjualan.
  4. Penagihan ke pelanggan dan pencatatan penjualan (Billing customers and
    recording sales)
    Penagihan ke pelanggan merupakan alat pemberitahuan ke pelanggan
    mengenai jumlah yang ditagih atas barang tersebut dan penagihan ini harus
    dilakukan tepat waktu. Aspek terpenting dalam penagihan ini adalah meyakinkan
    bahwa seluruh pengiriman yang dilakukan telah ditagih, tidak ada pengiriman
    ditagih dalam jumlah yang tidak benar.
  5. Pemrosesan dan pencatatan penerimaan kas (Processing and recording cash
    receipt)
    Dalam pemrosesan danpencatatan penerimaan kas, perhatian paling utama
    adalah kemungkinan terjadinya pencurian atas kas. Pencurian dapat terjadi
    sebelum penerimaan dicatat atau sesudahnya. Pertimbangan utama adalah
    penggunaan penerimaan kas, bahwa kas harus disetor kebank dalam jumlah yang
    benar dan tepat waktu dan dicatat diberkas penerimaan kas.
  6. Pemrosesan dan pencatatan retur dan pengurangan harga penjualan
    (Processing and recording sales return and allowance)
    Jika pelanggan merasa tidak puas dengan barang yang diterima, penjual
    seringkali menerima pengembangan barang atau memberikan pengurangan harga
    atas jumlah yang masih harus dibayar. Retur dan pengurangan harga penjualan
    harga segera dicatat dalam berkas transaksi retur dan pengurangan penjualan serta
    berkas induk piutang usaha secara benar. Nota kredit biaanya dibuat untuk
    pengembalian dan pengurangan harga dalam rangka pengendalian dan
    memudahkan pencatatan.
  7. Penghapusan piutang tak tertagih (Charging off uncollecible account
    receivable)
    Jika suatu perusahaan berkesimpulan bahwa suatu jumlah tidak tertagih,
    jumlah tersebut harus dihapuskan, biasanya ini terjadi setelah pelanggan pailit.
  8. Penyisihan piutang tak tertagih (Providing for bad debts)
    Penyisihan piutang tak tertagih harus cukup untuk mencerminkan bagian
    dari penjualan periode sekarang yang diperkirakan tidak dapat tertagih nilai sisa,
    hasil dari penyesuaian akhir periode oleh manajemen atas perhitungan piutang tak
    tertagih.