Efektivitas Penjualan


Aktivitas penjualan telah dikatakan efektif apabila penualan suatu
perusahaan telah mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Yang dimaksud efektivitas penjualan adalah suatu
kegiatan yang dilakukan dengan cara meningkatkan kuantitas penjualan dengan
melihat kemampuan perusahaan dalam menyalurkan barang, kebijakn serta
strategi yang diterapkan oleh perusahaan. Dalam penelitian ini penulis meneliti
efektivitas dari ketiga hal dibawah ini :

  1. Target dan Realisasi Penjualan
    Menurut Komaruddin (2007:845) target adalah (1) Tujuan yang akan
    dicapai, (2) Suatu tujuan atau tujuan yang lebih terperinci yang ingin dicapai yang
    lazimnya dapat dinyatakan atau diukur dengan kuantatif. Target tersebut mungkin
    merupakan jumlah akhir yang ingin dicapai atau jumlah bagian tertentu berada
    dalam proses keseluruhan, (3) Objek kritisme.
    Sedangkan menurut Komaruddin (2007:746), Realisasi adalah (1)
    Penjualan suatu aktiva perusahaan hingga menjadi uang kas kadang disebut
    pencairan, (2) Memperoleh sesuatu dengan menjual, investasi dan usaha, (3)
    Mengubah sesuatu agar menjadi uang. Dimana dalam suatu periode perusahaan
    telah memiliki target yang telah ditentukan sebagai tolak ukur tercapai atau
    tidaknya tujuan perusahaan.
  2. Biaya Penjualan
    Kepuasan Menurut Komaruddin (2007:285), Biaya adalah ongkos yang
    tertutup oleh pendapatan yang sedang berjalan, seandainya perusahaan itu ingin
    mendapatkan laba, sebaliknya investasi modal, hanya sebagian saja dimasukkan
    (depresiasi tahunan) kedalam pembiyaan.
  3. Konsumen
    Selain mencari laba tujuan perusahaan juga memuaskan kebutuhan
    konsumen, jika kebutuhan konsumen terpenuhi dalam hal ini produk berkualitas
    dan tepat waktu maka tujuan perusahaan telah tercapai disamping hal-hal lain
    yang menjadi tujuan perusahaan. Menurut Day (Tse dan Wilson, 1998) yang
    dikutip oleh Fandi Tjiptono (2010:146) yaitu :
    “Kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan terhadap evaluasi
    ketidaksesuaian yang dirasakan antara harapan sebelunya (norma kinerja lainnya)
    dan kinerja actual produk yang dirasakan setelah pemakaian”.