Signalling theory merupakan teori pemberi sinyal yang didasarkan bahwa
manajer memiliki informasi tentang perusahaan dan berupaya menyampaikan
informasi tersebut kepada publik agar harga saham perusahaan meningkat. Dapat
dikatakan juga bahwa signalling theory merupakan teori yang menjelaskan
bagaimana suatu perusahaan memberikan sinyal-sinyal kepada pengguna laporan
keuangan terkait informasi yang dimiliki oleh perusahaan sebagai bahan
pertimbangan pengambilan keputusan (Sugiarto, 2009).
Sugiarto (2009) juga menyatakan bahwa sinyal yang diberikan oleh
perusahaan dapat berasal dari laporan keuangan perusahaan atau hal-hal lainnya.
Sinyal ini nantinya akan digunakan oleh pihak investor ataupun kreditur dalam
menganalisis pengambilan keputusan. Pada saat pengumuman laporan keuangan,
apabila setelah dianalisis didapatkan hasil bahwa suatu perusahaan memiliki
prospek yang baik, maka hal tersebut akan memberikan sinyal yang baik pula bagi
investor. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya. Sinyal yang muncul pada dasarnya
mampu berdampak positif dan juga negatif bagi perusahaan.
Adanya sinyal yang diberikan akan mampu menimbulkan reaksi pasar.
Besar atau kecilnya reaksi pasar dapat dilihat dari pergerakan harga saham
perusahaan. Sinyal yang dimiliki perusahaan mampu menarik respon pasar
terhadap perusahaan dalam berinvestasi (Mulyani et al, 2007)
