Menurut A.A Anwar Prabu Mangkunegara (2005), lingkungan kerja teridiri
dari beberapa jenis, yaitu:
- Kondisi lingkungan kerja fisik
Kondisi lingkungan kerja fisik yang meliputi:
a) Faktor lingkungan tata ruang kerja.
Tata ruang kerja yang baik akan mendukung terciptanya hubungan kerja
yang baik antara sesama karyawan maupun dengan atasan karena akan
mempermudah mobilitas bagi karyawan untuk bertemu. Tata ruang yang
tidak baik akan membuat ketidaknyamanan dalam bekerja sehingga
menurunkan efektivitas kinerja karyawan.
b) Faktor kebersihan dan kerapian ruang kerja.
Ruang kerja yang bersih, rapi, sehat dan aman akan menimbulkan rasa
nyaman dalam bekerja. Hal ini akan meningkatkan gairah dan semangat
kerja karyawan dan secara tidak langsung akan meningkatkan efektivitas
kinerja karyawan. - Kondisi lingkungan kerja non fisik
Kondisi lingkungan kerja non fisik yang meliputi:
a. Faktor lingkungan sosial. Lingkungan sosial yang sangat berpengaruh
terhadap kinerja karyawan adalah latar belakang keluarga, yaitu antara lain
status keluarga, jumlah keluarga, tingkat kesejahteraan dan lainlain.
b. Faktor status sosiaal.
Semakin tinggi jabatan seseorang semakin tinggi pula kewenangan dan
keleluasaan dalam mengambil keputusan.
c. Faktor hubungan kerja dalam perusahaan
Hubungan kerja yang ada dalam perusahaan adalah hubungan kerja antara
karyawan dengan karyawan dan antara karyawan dengan atasan.
d. Faktor sistem informasi
Hubungan kerja akan dapat berjalan dengan baik apabila ada komunikasi
yang baik diantara anggota perusahaan. Dengan adanya komunikasi di
lingkungan perusahaan maka anggota perusahaan akan berinteraksi, saling
memahami, saling mengerti satu sama lain dapat menghilangkan
perselisihan salah faham. - Kondisi psikologis dari lingkungan kerja
Kondisi psikologis dari lingkungan kerja yang meliputi:
A. Rasa bosan
Kebosanan kerja dapat disebabkan perasaan yang tidak enak, kurang
bahagia, kurang istirahat dan perasaan lelah.
B. Keletihan dalam bekerja
Keletihan kerja terdiri atas dua macam yaitu keletihan kerja psikis dan
keletihan psikologis yang dapat menyebabkan meningkatkan absensi, turn
over, dan kecelakaan
