Indikator Insentif


Pemberian insentif dimaksudkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja
karyawan dan diberikan dalam bentuk uang serta fasilitas lainnya untuk
memenuhi kebutuhan setiap karyawannya. Menurut Sarwoto (2010:156),
indikator insentif dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu:

  1. Insentif Material
  2. Insentif Non Material.
    Indikator insentif tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
  3. Insentif Material
    a. Insentif dalam bentuk uang:
    1) Bonus uang yang diberikan sebagai balas jasa atas hasil kerja
    yang telah dilaksanakan, biasanya diberikan secara selektif dan
    khusus kepada para pekerja yang berhak menerima dan diberikan
    secara sekali terima tanpa suatu ikatan di masa yang akan datang.
    Perusahaan yang menggunakan sistem insentif ini biasanya
    beberapa persen dari laba yang melebihi jumlah tertentu
    dimasukkan kedalam sebuah dana bonus, kemudian dana
    tersebut dibagi-bagian para pihak yang menerima bonus.
    2) Komisi merupakan jenis bonus yang dibayarkan kepada pihak
    yang menghasilkan penjualan yang baik, biasanya dibayarkan
    kepada bagian penjualan dan diterima kepada pekerja bagian
    pejualan.
    3) Profit share. Merupakan salah satu jenis insentif tertua.
    Pembayarannya dapat diikuti bermacam-macam pola, tetapi
    biasanya mencakup pembayaran berupa sebagian dari laba bersih
    yang disetorkan kedalam sebuah dana dan kemudian dimasukkan
    kedalam daftar pendapatan setiap peserta.
    4) Kompensasi program balas jasa yang mencakup pembayaran
    dikemudian hari, antara lain berupa:
    b. Insentif dalam bentuk jaminan sosial. Insentif dalam bentuk ini
    biasanya diberikan secara kolektif, tanpa unsur kompetitif dan
    setiap karyawan dapat memperolehnya secara sama rata dan
    otomatis. Bentuk insentif sosial ini antara lain:
    1) Pembuatan rumah dinas
    2) Pengobatan secara cuma-Cuma
    3) Berlangganan surat kabar atau majalah secara gratis,
    kemungkinan untuk membayar secara angsuran oleh pekerja atas
    barang-barang yang dibelinya dari koperasi anggota
    4) Cuti sakit yang tetap mendapat pembayaran gaji
    5) Biaya pindah
    6) Pemberian tugas belajar untuk mengembangkan pengetahuan
  4. Insentif non material Insentif non material ini dapat diberikan dalam
    berbagai bentuk, antara lain:
    a. Pemberian gelar (title) secara resmi
    b. Pemberian tanda jasa atau medali
    c. Pemberian piagam penghargaan
    d. Pemberian pujian lisan maupun tulisan
    e. Ucapan terima kasih secara formal atau informal
    f. Pemberian hukum untuk menggunakan suatu atribut jabatan
    (misalnya, bendera pada mobil, dan sebagainya).