Menurut Donni Juni Priansa (2014: 285) etos kerja dipengaruhi berbagai
faktor, baik internal maupun eksternal.
A. Faktor-Faktor Internal
Faktor-faktor internal yang mempengaruhi etos kerja pegawai, adalah:
- Agama – Agama membentuk nilai-nalai keyakinan dan perilaku. Sistem
nilai tersebut akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para
penganutnya. Cara berpikir, bersikap dan bertindak pegawai pastilah
diwarnai oleh ajaran agama yang dianutnya. - Pendidikan – Pendidikan yang baik dapat menginternalisasikan etos kerja
dengan tepat sehingga individu akan memiliki etos yang tinggi. Karena
pendidikan, merupakan proses yang berkelanjutan. - Motivasi – Individu yang memiliki etos kerja yang tinggi adalah individu
yang memiliki motivasi yang tinggi. Etos kerja merupakan pandangan dan
sikap, yang tentunyadidasari oleh nilai-nilai yang yang juga dipengaruhi
oleh motivasi yang timbul dari dalam dirinya; - Usia – Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai dengan usia
dibawah 30 tahun memiliki etos kerja yang lebih tinggi dibandingkan
dengan pegawai yang berusia di atas 30 tahun. - Jenis Kelamin – Jenis kelamin sering kali diindentikkan dengan etos kerja,
beberapa pakar mempublikasikan hasil penelitiannya bahwa perempuan
lebih cenderung memiliki etos kerja, komitmen, dan loyalitas lebih tinggi
terhadap pekerjaan, dibandingkan dengan laki-laki.
B. Faktor-Faktor Eksternal
Faktor-faktor Eksternal yang mempengaruhi etos kerja pegawai adalah: - Budaya – Sikap mental, tekad, disiplin dan semangat kerja
maasyarakat juga disebut sebagai etos budaya. Kemudian etos budaya
ini secara operasional juga disebut sebagai etos kerja. - Sosial Politik – Tinggi atau rendahnya etos kerja suatu masyarakat
dipengaruhi juga oleh ada atau tidaknya struktur politik yang
mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan dapat menikmati hasil
kerja keras
dengan penuh. - Kondisi Lingkungan (Geografis) – Etos kerja dapat muncul
dikarenakan faktor kondisi geografis. Lingkungan alam yang
mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya
melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat, dan
bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari
penghidupan di lingkungan tersebut. - Struktur Ekonomi – Negara yang pro terhadap kemandirian bangsa
dan mendukung tumbuh kembangnya produkproduk dalam negeri
akan cenderung mendorong masyarakatnya untuk berkembang dalam
kemandirian. - Tingkat Kesejahteraan – Negara maju dan makmur biasanya memiliki
masyarakat yang memiliki etos kerja yang tinggi sehingga mendorong
negara tersebut mencapai kesuksesan. - Perkembangan Bangsa Lain – Dewasa ini, dengan berbagai
perkembangan perangkat teknologi serta arus informasi yang tanpa
batas, telah mendorong banyak negara berkembang untuk meniru etos
kerja negara lain
