Menurut Mangkunegara (2017:10) menjelaskan bahwa tujuan penilaian
kinerja adalah sebagai berikut:
- Meningkatkan sikap saling mengerti anatara sesama karyawan tentang
persyaratan dan aturan kinerja. - Mencatat dan mengapresiasi kinerja pegawai, sehingga pegawai dapat
termotivasi untuk bekerja dengan baik dan bisa mencetak prestasi kerja. - Memberikan kesempatan kepada pekerja untuk meningkatkan rasa
kepedulian terhadap karir dan pekerjaanya. - Mendefinisikan atau merumuskan Kembali sasaran masa depan, agar
pegawai dapat termotivasi untuk berprestasi.
Menurut Wilson (2018:232), bahwa bagi perusahaan penilaian kinerja
memiliki berbagai tujuan antara lai adalah: - Evaluasi antar individu dalam perusahaan
Peran dari penilaian kinerja adalah sebagai nilai tolak ukur kinerja
setiap individu dalam perusahaan. Tujuan dari hal ini adalah memberi dan
menentukan jumlah dan jenis kompensasi sebagai hak individu dalam
organisasi perusahaan. Dan juga sebagai dasar dalam memutuskan
pemindahan pekerjaan pegawai. - Pengembangan diri setiap individu dalam organisasi
Setiap individu atau karyawan dalam organisasi perusahaan akan
dinilai kinerjanya selama melakukan aktivitas kerja di dalam perusahaan.
Apabila memiliki kinerja yang rendah maka akan dilakukan
pengembangan kerja melalui Pendidikan dan pelatihankerja. - Pemeliharaan Sistem
Sistem dalam perusahaan harus dijaga dengan baik, tujuannya agar
memberikan manfaat seperti 1) Pengembangan perusahaan dari individu,
2) Evaluasi pencapaian tujuan oleh individu atau tim, 3) Perencanaan
sumber daya manusia, 4) Penentuan dan identifikasi kebutuhan
pengembangan organisasi perusahaan, 5) Audit atas sistem sumber daya
manusia. - Dokumentasi
Pada dokumentasi penilaian kinerja akan memberikan manfaat
sebagaidasar tindak lanjut dari posisi pekerjaan karyawan dimasa yang
akan datang. Manfaat penilaian kinerja berhubungan dengan keptusan
manajemen sumber daya manusia, pemenuhan secara legal manajemen
sumber daya manusia, dan sebagai kriteia untuk menguji validitas.
