Faktor -faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Efikasi Diri (SelfEfficacy)


Menurut Bandura (dalam Perepiczika, Chandler dan Becerra, 2011),
persepsi self efficacy dapat dibentuk dengan menginterpretasikan informasi dari
empat sumber yaitu pencapaian diri (personal accomplishment), pengalaman orang
lain (vicarious learning experience), kepercayaan verbal (verbal persuasion) dan
emosi (emotional arousal). 1. Pencapaian diri
Merupakan sumber yang paling berpengaruh, karena pengalaman kegagalan
atau keberhasilan yang lalu seseorang akan menurunkan atau meningkatkan
self efficacy seseorang untuk pengalaman yang serupa dikemudian hari.
Hasil penelitian Hacket (Andiny, 2008) menunjukkan pengalaman sukses
menghasilkan peningkatan self efficacy dan minat tugas sedangkan
kegagalan tugas menghasilkan penurunan self efficacy dan minat pada tugas.

  1. Pengalaman orang lain
    Dengan memperhatikan keberhasilan/kegagalan orang lain, seseorang dapat
    mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membuat pertimbangan
    tentang kemampuan dirinya sendiri. Pengalaman orang lain ini sangat
    berpengaruh apabila ia mendapat situasi yang serupa, sementara ia miskin
    pengalaman dalam hal tersebut. Hal ini akan mempengaruhi tingkat self- eficacy seseorang.
  2. Kepercayaan verbal
    Pernyataan negatif tentang kompetensi seseorang dalam area tertentu sangat
    berakibat buruk terhadap mereka yang sudah kehilangan kepercayaan diri,
    misalnya pernyataan laki-laki lebihbaik prestasi belajarnya dibandingkan
    dengan kaum perempuan.
  3. Emosi
    Status emosi akan mempengaruhi kemampuan seseorang. Emosi yang
    tinggi seperti kecemasan akan mengubah kepercayaan diri seseorang
    tentang kemampuannya. Seseorang dalam keadaan stress, depresi atau
    tegang dapat menjadi indikator keceneErungan terjadinya kegagalan