Teori-Teori Motivasi


Dikutip dari buku Munandar (2010) yang berjudul Psikologi Industri dan
Organisasi, terdapat beberapa teori motivasi sebagai berikut :

  1. Teori Tata Tingkat Kebutuhan (Abraham Maslow)
    Menurut Maslow, individu dimotivasi oleh kebutuhan yang belum
    dipuaskan, yang paling rendah, paling dasar dalam tata tingkat. Begitu tingkat
    kebutuhan ini dipuaskan, ia tidak akan lagi memotivasi perilaku. Kebutuhan
    pada tingkat berikutnya yang lebih tinggi menjadi dominan. Dua tingkat
    kebutuhan dapat beroperasi pada waktu yang sama, tetapi kebutuhan pada
    tingkat lebih rendah yang dianggap menjadi motivator yang lebih kuat dari
    perilaku.
    Berikut lima kelompok kebutuhan yang diajukan Maslow :
    a. Kebutuhan Fisiologikal (faali). Kebutuhan yang timbul berdasarkan
    kondisi fisiologikal badan kita, seperti kebutuhan untuk makanan
    dan minuman, kebutuhan akan udara segar (oksigen). Kebutuhan ini
    merupakan kebutuhan primer atau kebutuhan dasar yang harus
    dipenuhi.
    b. Kebutuhan rasa aman. Kebutuhan ini mencakup kebutuhan untuk
    dilindungi dari bahaya dan ancaman fisik.
    c. Kebutuhan sosial. Kebutuhan ini mencakup memberi dan menerima
    persahabatan, cinta kasih, rasa memiliki (belonging).
    d. Kebutuhan harga diri (esteem needs). Kebutuhan harga diri meliputi
    dua jenis, yaitu yang mencakup faktor-faktor internal (seperti
    kebutuhan harga diri, kepercayaan-diri, otonomi dan kompetensi),
    dan yang mencakup faktor-faktor eksternal (seperti reputasi,
    kebutuhan untuk dikenali dan diakui, dan status).
    e. Kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan untuk melakukan pekerjaan
    sesuai dengan kemampuan yang dirasakan dimiliki. Kebutuhan ini
    mencakup seperti kebutuhan untuk menjadi kreatif, kebutuhan
    untuk dapat merealisasikan potensinya secara penuh. Kebutuhan ini
    menekankan kebebasan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.
  2. Teori Eksistensi-Relasi-Pertumbuhan (Alderfer)
    Teori ini dikenal sebagai teori ERG (Existence-Relatedness-Growth
    needs), yang merupakan satu modifikasi dari reformulasi dari teori tata tingkat
    kebutuhan dari Maslow. Aldelfer mengelompokkan kebutuhan ke dalam tiga
    kelompok :
    a. Kebutuhan eksistensi (existence need), merupakan kebutuhan akan
    substansi material seperti keinginan untuk mmperoleh makanan, air,
    perumahan, uang, mebel, dan mobil. Kebutuhan ini mencakup
    kebutuhan fisiologikal dan kebutuhan rasa aman dari Maslow.
    b. Kebutuhn hubungan (relatedness needs), merupakan kebutuhan
    untuk membagi pikiran dan perasaan dengan orang lain dan
    membiarkan mereka menikmati hal-hal yang sama dengan kita.
    Kebutuhan ini mencakup kebutuhan sosial dan bagian eksternal dari
    kebutuhan penghargaan (esteem) dari Maslow.
    c. Kebutuhan pertumbuhan (growth needs), merupakan kebutuhankebutuhan yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan
    kecakapan mereka secara penuh. Selain kebutuhan aktualisasi diri,
    juga mencakup bagian intrinsic dari kebutuhan harga diri dari
    Maslow