Pengembangan karir pada dasarnya berorientasi pada perkembangan
organisasi/perusahaan dalam menjawab tantangan bisnis di masa mendatang. Setiap
organisasi /perusahaan harus menerima kenyataan, bahwa eksistensinya di masa depan
tergabtung pada SDM (Nawawi, 2005). Tanpa memilki SDM yang kompetitif sebuah
organisasi akan mengalami kemunduran dan akhirnya akan tersisih karena
ketidakmampuan menghadapi pesaing. Kondisi demikian mengharuskan
organisasi/perusahaan untuk melakukan pembinaan karir bagi para karyawan, yang
harus dilakukan secara berencana dan berkelanjutan.
Sebelumnya perlu diketahui terlebih dahulu definisi dari karir itu sendiri.
Menurut Anoraga (2001), karir dalam arti sempit (sebagai upaya mecari nafkah,
mengembangkan profesi, dan meningkatkan kedudukan), karir dalam arti luas (sebagai
langkah maju sepanjang hidup atau mengukir kehidupan seseorang). Sedangkan
menurut Handoko (2001) karir adalah semua pekerjaan jabatan yang ditangani atau
dipegang selama kehidupan kerja seseorang.
Menurut Sadili Samsudin (2006, dalam Isyanto dkk, 2013) mendefinisikan
pengembangan karir adalah suatu usaha meningkatkan kemampuan teknis, teoritis,
konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui
pendidikan dan latihan.
