Pengembangan karir yang berpengaruh terhadap kinerja melalui motivasi
dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengembangan karir yang
dirasakan oleh karyawan dan didukung oleh motivasi kerja yang tinggi
tentunya akan meningkatkan kinerja karyawan. Menurut Handoko (2008),
pengembangan karir adalah peningkatan-peningkatan pribadi yang dilakukan
seseorang untuk mencapai suatu rencana karir. Sedangkan kinerja menurut
Robbins (2001) adalah banyaknya upaya yang dikeluarkan individu pada
pekerjaannya. Serta motivasi yaitu menurut Clayton Alderfer (1972) motivasi
merupakan turunan dari teori Maslow yang menyatakan bahwa motivasi adalah
faktor pendorong atau daya penggerak untuk bekerja bagi karyawan dalam
sebuah perusahaan. Jika Maslow memiliki 5 kategori, lain halnya dengan
Alderder yang mengklasifikasikan menjadi 3 kategori yakni existence needs,
relatedness needs dan growth needs. Keduanya memiliki hubungan bahwa
pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui
motivasi kerja.
