Employee Relations sebagai bagian dari Komunikasi Internal


Perusahaan kecil maupun menengah membutuhkan komunikasi yang efisien
dan personal dengan karyawannya untuk membentuk ikatan atau hubungan yang
paling tidak sama kuatnya dengan hubungan yang perusahaan bangun terhadap
konsumen ataupun investornya, dimana hubungan ini merupakan hubungan yang
berdasarkan dengan pemahaman akan nilai-nilai yang ada dalam perusahaan tersebut.
Hal ini dijelaskan oleh Marconi (2004) sebagai berikut:
“Small and medium-size companies should be able to communicate efficiently
and personally with their employees and create a bond at least as strong as that
which they hope to achieve with customers and investors, a relationship based
on the recognition of value. (p. 124)”
Menurut Seitel (2011), komunikasi internal didefinisikan sebagai “informing
employees amd principals through a variety of means including intranet, newsletter,
television and meetings” (p.122). Dari definisi tersebut, komunikasi internal
merupakan menyampaikan informasi kepada karyawan melalui berbagai cara. Dalam
melakukan komunikasi internal yang baik, perusahaan perlu membangun hubungan
(relations) yang baik dengan para karyawan, serta ada keterlibatan (engagement) dari
karyawan bagi perusahaan. Menurut Cutlip, Center, & Broom, Employee relations
merupakan “bagian khusus dari Public Relations yang membangun dan
mempertahankan hubungan yang baik dan saling bermanfaat antara manajer dan
karyawan tempat organisasi menggantungkan kesuksesannya” (p.11)