Pertumbuhan ekonomi

 

Dari pengertian dan ketentuan mengenai pajak daerah dan retribusi daerah, laba BUMD, dan lain-lain pendapatan daerah serta penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya yang menggunakan perbandingan antara penerimaan daerah dengan PDRB dapat ditarik kesimpulan bahwa bahwa semua sumber-sumber PAD sangat berhubungan dengan kegiatan ekonomi. Berdasarkan hal ini dapat dikembangkan bahwa PDRB dianggap sebagai basis dari PAD.

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses pertumbuhan kegiatan ekonomi yang menyebabkan terjadinya kenaikan PDRB karena adanya kenaikan output secara agregat. Mengingat bahwa kegiatan ekonomi merupakan basis PAD,  proses pertumbuhan kegiatan ekonomi yang terjadi di masyarakat  akan meningkatkan PAD bagi pemerintah daerah. Kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat juga akan meningkatkan pendapatan  mereka yang pada gilirannya akan menaikkan konsumsi dan tuntutan atas penyediaan sarana dan prasarana publik, dan pada akhirnya akan menaikkan PAD melalui sumber pajak daerah, retribusi daerah, laba BUMD, dan lain-lain pendapatan daerah. Kenaikan PAD ini jika dibelanjakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan publik yang ditujukan untuk pembangunan sarana dan prasarana publik, hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga akan meningkatkan PAD. Penelitian ini akan mencoba menganalisis apakah ada hubungan antara pertumbuhan ekonomi yang tercermin dalam PDRB Kabupaten Kotabaru dengan pertumbuhan PAD.

Berdasarkan alasan bahwa PAD bukan hanya ditentukan oleh variabel PDRB maka penelitian ini tidak mengukur sejauh mana pengaruh  variabel PDRB terhadap variabel PAD. Karena, apabila hal ini dilakukan maka akan menafikan variabel lainnya yang juga dominan, di antaranya kondisi geografis, efisiensi dan efektivitas pemungutan PAD, penetapan target dan sumber daya alam, akumulasi kapital, dan jumlah tenaga kerja  sebagai reliabilitas lain yang mempengaruhi keduanya.

Mengutip Cooper dan Pamela (2001:533) analisis untuk mengetahui hubungan antara dua variabel penelitian dapat dilakukan melalui analisis korelasi product moment sederhana yang dikemukakan oleh Karl Pearson. Uji korelasi ini tanpa memandang yang mana merupakan variabel  dependen dan yang mana variabel independen untuk mengetahui koefisien korelasi antara keduanya  selama periode pengamatan. Model yang akan digunakan dalam analisis ini adalah;

rxy =    ∑ (Xi  Yi )

√(Xi2 )(Yi2)

 

Sebagaimana dikemukakan oleh Dajan, (1991:342) variabel X dan variabel Y merupakan variabel kontinyu yang mempunyai distribusi normal atau dianggap berdistribusi normal sebagai salah satu syarat pengujian statistik parametrik.