Promosi Kesehatan Diabetes Mellitus (skripsi, tesis, dan disertasi)

Promosi kesehatan sangat penting dalam pengelolaan DM untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pendidikan kesehatan pada pasien DM sebaiknya dilakukan oleh semua pihak yang terkait dalam pengelolaan DM, seperti dokter, perawat, ahli gizi. Pendidikan kesehatan pencegahan primer harus diberikan kepada kelompok masyarakat resiko tinggi. Pendidikan kesehatan sekunder diberikan kepada kelompok pasien DM. Sedangkan pendidikan kesehatan untuk pencegahan tersier diberikan kepada pasien yang sudah mengidap DM dengan penyulit menahun. Dalam memberikan promosi kesehatan harus edukasi secara holistic yang meliputi perjalanan penyakit DM, kebutuhan nutrisi/gizi, olahraga

  1. Perjalanan Penyakit DM

Yang disampaikan berupa edukasi seperti penyakit DM tidak bisa sembuh, namun dapat diobati sehingga terkontrol dengan baik, bila timbul gejala yang tidak diinginkan pertanda hipoglikemi (berdebar-debar, lemas, dll) dari konsumsi obat/injeksi insulin untuk segera minum gula, komplikasi dari penyakit DM seperti : ketoasidosis diabetikum, hipoglikemi, pingsan, disfungsi ereksi, kebutaan, neuropati dll.

  1. Gizi

Intervensi gizi adalah suatu tindakan yang terencana yang ditujukan untuk merubah perilaku gizi, kondisi lingkungan, atau aspek status kesehatan individu. Tujuan dari intervensi gizi adalah mengatasi masalah gizi yang telah teridentifikasi dan ditegakkan oleh diagnosis gizi. Tahap ini terdiri dari 2 komponen yang saling berkaitan yaitu perencanaan dan implementasi. Ada empat kelompok dalam melakukan intervensi gizi yaitu pemberian makanan/diet, edukasi, konseling, dan koordinasi asuhan gizi (Kementerian Kesehatan RI,2014).

  1. a) Tujuan Pemberian Diet pada Pasien DM:

(1) Memberikan terapi diet untuk menjaga agar status gizi tetap

normal atau mencapai status gizi agar optimal

(2) Membantu mengendalikan kadar glukosa dalam darah

(3) Membantu mengurangi tanda dan gejala

(4) Memberikan asupan makan yang sesuai dengan kondisi pasien

(5) Memberikan terapi diet sesuai dengan kondisi pasien

  1. b) Syarat Diet : (Muttaqin, dkk., 2015)

(1) Diet 3 J (jumlah, jenis, dan jadwal)

(a) Jumlah

Jumlah energi yang dikonsumsi harus sesuai dengan kebutuhan pasien.

(b) Jenis

Pemilihan jenis bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan harus tepat.

Bahan makanan yang dianjurkan :

1.) Sumber Karbohidrat kompleks : Nasi, jagung, roti, kentang, ubi, singkong, dan talas.

2.) Sumber protein rendah lemak : ikan, ayam tanpa kulit, susu skim.

3.) Sumber lemak dalam jumlah terbatas atau tidak terlalu sering. Makanan diolah terutama dengan direbus, disetup, dikukus, atau dipanggang.

4.) Segala bentuk sayuran golongan A diperbolehkan tanpa batasan : seperti oyong, kembang kol, labu air,sawi, pepaya muda, tomat, tauge, dan terong.

5.) Penggunaan sayuran golongan B diperbolehkan namun tidak terlalu sering : seperti bayam, jantung pisang, kacang panjang, pare, labu siam, nagka muda, dan jagung muda.

6.) Buah- buah yang tidak terlalu manis seperti apel, pear, jeruk, melon, dan jambu biji.

7.) Makanan dengan Indeks Glikemik (IG) yang rendah

Bahan makanan yang tidak dianjurkan :

1.) Gula murni dan makanan yang diolah dengan gula murni seperti gula pasir, gula jawa, permen, dodol, coklat, sirup, selai, madu, susu kental manis, es krim, dendeng, dan abon.

2.) Makanan yang mengandung lemak berlebih seperti cake, fast food, gorengan, dan jerohan.

3.) Buah yang terlalu manis seperti sawo, durian, nangka, pisang mas, dan buah kaleng.

(c) Jadwal

Jadwal makan pada pasien Diabetes Mellitus adalah 6 kali makan, yaitu 3 kali makan utama dan 3 kali makan selingan. Waktu makan harus teratur dengan selang maksimal antara makan utama dan makan selingan adalah 3 jam.

(2) Energi diberikan cukup sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kondisi pasien.