Jenis Evaluasi Promosi Kesehatan (skripsi, tesis, dan disertasi)

  1. Berdasarkan Desain

Dalam pengelompokkan berdasakan bentuk desainnya, Stephen Isaac dan William B. Michael (1981) dalam mengemukakan bahwa terdapat 9 bentuk desain evaluasi, yaitu:

  1. Historikal

Dilakukan dengan merekonstruksi kejadian di masa lalu secara objektif dan tepat bila dikaitkan dengan hipotesis atau asumsi evaluator.

  1. Deskriptif

Dilakukan dengan cara memberi penjelasan secara sistematis suatu situasi atau hal yang menjadi perhatian secara faktual dan tepat.

  1. Studi perkembangan (developmental study)

Dilakukan dengan cara menyelidiki pola dan juga urutan perkembangan atau perubahan menurut waktu.

  1. Studi kasus atau lapangan (case atau field study)

Dilakukan dengan cara meneliti secara intensif latar belakang status sekarang, dan interaksi lingkungan dari suatu unit sosial, baik perorangan, kelompok, lembaga, atau masyarakat.

  1. Studi korelasional (corelational study)

Dilakukan dengan cara meneliti sejauh mana variasi dari satu faktor berkaitan dengan variasi dari satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefisien tertentu.

  1. Studi sebab akibat (causal comparative study)

Dilakukan dengan menyelidiki kemungkinan adanya hubungan sebab akibat dengan mengamati berbagai konsekuensi yang ada dan menggalinya kembali melalui data untuk menjelaskan faktor penyebabnya.

  1. Eksperimen murni (true esperimental),

Dilakukan dengan cara menyelidiki adanya kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan membuat satu atau lebih kelompok percobaan terpapar akan suatu perlakuan/kondisi dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak menerima perlakuan atau kondisi. Pemilihan kelompok-kelompok secara sembarang (random) sangat penting.

  1. Eksperimen semu (quasi experimental),

Ini merupakan desain yang mendekati eksperimen, tetapi di mana kontrol tidak ada dan manipulasi tidak bisa dilakukan.

  1. Riset aksi (action research)

Dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan pengalaman baru melalui aplikasi langsung di berbagai kesempatan.

  1. Berdasarkan Waktu dan Frekuensi

Sedangkan jenis evaluasi menurut Azrul Azwar (1996) antara lain yaitu :

  1. Evaluasi formatif

Evaluasi formatif merupakan suatu bentuk evaluasi yang dilaksanakan pada tahap pengembangan program dan sebelum program dimulai. Pada tahap ini, evaluasi yang dilakukan adalah pada saat merencanakan suatu program. Tujuan utama dari evaluasi ini adalah untuk meyakinkan bahwa rencana yang akan disusun benar-benar telah sesuai dengan masalah yang ditemukan, yang dalam hal ini dapat menyelesaikan masalah tersebut. Penilaian yang bermaksud mengukur kesesuaian program dengan masalah dan atau kebutuhan masyarakat ini sering disebut dengan studi penjajakan kebutuhan (need assesment study)

  1. Evaluasi proses atau evaluasi promotif

Evaluasi proses merupakan suatu proses evaluasi yang memberikan gambaran tentang apa yang sedang berlangsung dalam suatu program dan memastikan ada dan terjangkaunya elemen-elemen fisik dan struktural dari pada program. Evaluasi yang dilakukan di sini adalah pada saat program sedang dilaksanakan. Tujuan utama dari evaluasi proses adalah untuk mengukur apakah program yang sedang dilaksanakan tersebut telah sesuai dengan rencana/tujuan atau tidak, atau apakah terjadi penyimpangan yang dapat merugikan pencapaian tujuan dari program tersebut. Pada umumnya ada dua bentuk penilaian pada tahap pelaksanaan program ini yaitu monitoring dan penilaian berkala.

  1. Evaluasi sumatif

Evaluasi sumatif merupakan bentuk evaluasi yang memberikan pernyataan efektifitas dari suatu program selama kurun waktu tertentu dan evaluasi ini menilai sesudah program tersebut terlaksana. Penilaian yang dilakukan disini adalah pada saat program telah selesai dilaksanakan dan keluar hasilnya. Tujuan utamanya dibedakan menjadi dua yaitu mengukur keluaran (output) serta mengukur dampak (impact) yang dihasilkan.

  1. Evaluasi dampak

Evaluasi dampak merupakan bentuk evaluasi yang menilai secara keseluruhan efektifitas program dalam menghasilkan target sasaran.

  1. Evaluasi hasil

Evaluasi hasil merupakan bentuk evaluasi yang menilai berbagai perubahan atau perbaikan dalam morbiditas, mortalitas atau indicator status kesehatan lainnya untuk sekelompok penduduk tertentu.