Aspek-aspek perilaku merokok yaitu :
- Fungsi merokok dalam kehidupan sehari-hari
Erickson (Komasari dan Helmi, 2010) mengatakan bahwa merokok berkaitan dengan masa mencari jati diri pada diri remaja. Silvans & Tomkins (Mu’tadin, 2002) fungsi merokok ditunjukkan dengan perasaan yang dialami si perokok, seperti perasaan yang positif maupun perasaan negatif.
- Intensitas merokok
Smet (1994) mengklasifikasikan perokok berdasarkan banyaknya rokok yang dihisap, yaitu :
- Perokok berat yang menghisap lebih dari 15 batang rokok dalam sehari.
- Perokok sedang yang menghisap 5-14 batang rokok dalam sehari.
- Perokok ringan yang menghisap 1-4 batang rokok dalam sehari
- Tempat merokok
Tipe perokok berdasarkan tempat ada dua (Mu’tadin, 2002) yaitu : .
- Merokok di tempat-tempat umum / ruang publik
- Kelompok homogen (sama-sama perokok), secara bergerombol mereka menikmati kebiasaannya. Umumnya mereka masih menghargai orang lain, karena itu mereka menempatkan diri di smoking area.
- Kelompok yang heterogen (merokok ditengah orang-orang lain yang tidak merokok, anak kecil, orang jompo, orang sakit, dll).
- Merokok di tempat-tempat yang bersifat pribadi
- Kantor atau di kamar tidur pribadi. Perokok memilih tempat tempat seperti ini yang sebagai tempat merokok digolongkan kepada individu yang kurang menjaga kebersihan diri, penuh rasa gelisah yang mencekam.
- Perokok jenis ini dapat digolongkan sebagai orang yang suka berfantasi.
- Waktu merokok
Menurut Presty (Smet, 1994) remaja yang merokok dipengaruhi oleh keadaan yang dialaminya pada saat itu, misalnya ketika sedang berkumpul dengan teman, cuaca yang dingin, setelah dimarahi orang tua, dll.
