Salah satu fungsi fisiologis yang paling akurat dan juga sangat kompleks adalah pngaturan tubuh yang konstan, bervariasi dalam batas-batas yang sangat sempit dan menjadikannya tidak tergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya. Kandungan total panas tubuh merupakan keseimbangan komponen-komponn termoregulasi di perifer dan sentral dengan proses kehilangan panas dari dalam tubuh (Lindahl, 2000)
Proses pembentukan panas tubuh dapat bersifat obligatory dimana pembentukan ini tanpa dipengaruhi oleh sistem thermoregulasi atau fakultatif dimana pembentukan panas ini dapat dipengaruhi oleh mekanisme thermoregulasi untuk menjaga keseimbangan panas tubuh. Pembentukan panas secara obligatory yang paling penting meliputi basal metabolic rate (BMR). Panas tubuh dihasilkan saat basal metabolic rate yang diperlukan untuk menjaga homeostatis normal dalam tubuh kurang lebih 40 kkal/m2/jam. Keadaan ini meningkat pada masa kanak-kanak, pada keadaan stimulasi sistem saraf simpatis oleh demam dan oleh hormon-hormon seperti tiroksi, androgen dan growth hormone. Keadaan ini menurun dengan bertambahnya umumr dan berkurangnya tidur dan malnutrisi. Pemebentukan panas secara fakultatif meliputi: latihan fisik dimana jika berat dapat meningkatkan produksi panas sampai 20 kali dari BMR; shivering dapat meningkatkan 6 kali diatas BMR (Buggy, 2000)
Tubuh manusia secara garis besar dapat dikatakan memiliki dua kompartemen temperatur tubuh yaitu core thermal compartement dan peripheral thermal compartement. Temperatur core tubuh didefinisikan sebagai temperatur pada organ-organ dengan perfusi yang tinggi dimana temperatur relatif sama. Dengan kata lain, distribusi panas pada organ-organ ini sangat cepat yang menyebabkan temperaturnya bervariasi kecil meskipun pada tempat-tempat yang berbeda dalam kompartemen etrsebut. Secara fisik, kompartemen core terdiri dari badan dan kepala, tentunya tidak termasuk kulit dan oragn-oran yang paling perifer dari badan dan kepala tersebut. Temperatur pada kompartemen-kompartemen ini dapat dinilai pada arteri pulmonaris, esophagus distal, membaran timfani atau nasofaring. Kompartemen faring adalah jaingan-jaringan dimana temperaturnya tidak homogen dan bervaiasi penjang waktu. Secara fisik, kompartemen ini terdiri dari tangan dan kaki. Temperatur pada kompartemen perifier biasanyalebih rendah 2-4oC dibandingkan dengan temperatur core pada suhu lingkungan yang moderat (Sessler, 2000).
Pengaturan termperatur tubuh didapatkan melalui suatu sistem kontrol fisiologis yang terdiri dari thermoreseptor perifier dan sentral, pusat kontrol yang trintegrasi, dan sistem respon efferent, yang memberikan aksi kompensasi. Pengaturan temperatur tubuh berpusat pada hipotemalamus. Banyak ilmu pengetahuan tentang struktur regulasi tenmperatur tubuh dari hipotalamus sudah diambil dari model binatang percobaan. Mekanisme informasi thermal afferens sementara hipotelamus posterior mengendalikan jalur desenden ke efektor. Daerah preoptik di hipotelamus
