Anemia (skripsi, tesis, dan disertasi)

 

Menurut definisi, anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin , dan volume pada sel darah merah (hematokrit) per 100 ml darah. Anemia bukan suatu diagnosis melainkan suatu dasar perubahan patofisiologis.

Pada anemia, karena semua sistem organ dapat terlibat, maka dapat menimbulkan manifestasi klinik yang luas. Manifestasi ini bergantung pada :

  1. Kecepatan timbulnya anemia,
  2. Umur individu,
  3. Mekanisme kompensasinya,
  4. Tingkat aktivitasnya,
  5. Keadaan penyakit yang mendasari, dan
  6. Parahnya anemia tersebut.

Karena jumlah efektif sel darah merah berkurang, maka lebih sedikit O2 yang dikirimkan ke jaringan. Kehilangan darah yang mendadak (30% atau lebih), seperti pada perdarahan, menimbulkan simtomatologi sekunder hipovolemia dan hipoksemia. Tanda dan gejala yang sering timbul adalah gelisah, diaforesis (keringat dingin), takikardia, sesak napas, kolaps sirkulasi yang progresif cepat atau syok. Namun, pengurangan hebat massa sel darah merah dalam waktu beberapa bulan (walaupun pengurangan 50%) memungkinkan mekanisme kompensasi tubuh untuk menyesuaikan diri, dan biasanya pada penderita asimtomatik kecuali pada kerja jasmani berat. Mekanisme kompensasi tubuh bekerja melalui :

  1. Peningkatan curah jantung dan pernafasan, karena itu menambah pengiriman O2 ke jaringan-jaringan oleh sel darah merah,
  2. Meningkatkan pelepasan O2 oleh hemoglobin,
  3. Mengembangkan volume plasma dengan menarik cairan dari sela- sela jaringan, dan
  4. Redistribusi aliran darah ke organ-organ vital