Perkembangan biologis pada remaja terdiri atas pertumbuhan fisik dan perkembangan karakteristik seks primer dan sekunder. Pertumbuhan fisik meliputi pertumbuhan Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB) yang sangat cepat serta adanya perlambatan pertumbuhan linear yang tiba-tiba khususnya pada remaja putri. Perkembangan karakteristik seks primer adalah pertumbuhan terkait organ eksternal dan internal yang melaksanakan fungsi reproduksi, misalnya ovarium, uterus, payudara dan penis. Sedangkan perubahan karaktersitik seks sekunder merupakan perubahan yang terjadi diseluruh tubuh sebagai hasil dari perubahan hormonal tetapi tidak berperan langsung dalam reproduksi, misalnya perubahan dalam laring dan suara pada laki-laki dan massa otot pada perempuan (Wong, 2008).
Terkait kematangan seks, pada remaja putri terjadi perubahan payudara, pertumbuhan rambut pubis, penampakan rambut aksila, dan menstruasi yang biasanya dimulai pada 2 tahun setelah munculnya tanda pertama pubertas. Sedangkan pada remaja putra terjadi perubahan berupa pembesaran testis, tumbuh rambut pubis, rambut aksila, kumis, bulu padawajah dan bagian tubuh lainnya. Rambut pada wajah biasanya muncul kira-kira 2 tahun setelah penampakan rambut pubis (Wong,2008).
Perubahan-perubahan tersebut di atas secara fisiologis timbul diawali karena perubahan hormonal dalam tubuh remaja. Perubahan tersebut juga yang menyebabkan pada usia remaja mulai tumbuh dorongan seksual terhadap lawan jenis. Jika perubahan ini tidak diimbangi dengan kontrol dari orang tua dan lingkungan, maka dapat mengarah keperilaku berisiko seperti seks pra nikah. Sekspra nikah merupakan salah satu penyebab timbulnya KTD pada remaja.
