Tanda dan Gejala Kecemasan (skripsi dan tesis)

Gejala-gejala psikologis adanya kecemasan bila ditinjau dari
beberapa aspek antara lain pikiran, dimana keadaan pikiran yang tidak
menentu, seperti khawatir, sukar konsentrasi, pikiran kosong,
memandang diri sebagai sangat sensitif, dan merasa tidak
berdaya.Reaksi biologis yang tidak dapat dikendalikan, seperti
berkeringat, gemetar, pusing, jantung berdebar-debar, mual, dan mulut
kering. Perilaku gelisah, keadaan diri yang tidak terkendali seperti
gugup, kewaspadaan diri yang berlebihan, serta sangat sensitif.
Motivasi yaitu dorongan untuk mencapai situasi, rasa ketergantungan
yang tinggi, ingin melarikan diri, lari dari kenyataan (Mulyani, 2013).
Menurut Hawari (2011) seorang akan mengalami gangguan
cemas manakala seseorang tidak mampu mengatasi stressor psikososial
yang dihadapinya. Secara klinis selain gejala cemas yang biasa,
disertai dengan kecemasan yang menyeluruh dan menetap (paling
sedikit berlangsung selama 1 bulan) dengan 2 kategori gejala sebagai
berikut :
a) Rasa khawatir berlebihan tentang hal-hal yang akan datang
(apprehensive expectasion) adalah cemas, khawatir, takut, berfikir
berulang (rumination), membayangkan akan datangnya
kemalangan pada dirinya maupun orang lain.
b) Kewaspadaan berlebihan yaitu mengamati lingkungan secara
berlebihan sehingga mengakibatkan perhatian mudah teralih, sukar
konsentrasi, sukar tidur, mudah tersinggung dan tidak sabar.