Faktor Predisposisi (skripsi dan tesis)

Menurut Stuart (2007), berbagai teori telah dikembangkan
untuk menjelaskan faktor-faktor yang dapat menimbulkan kecemasan
yang terdiri dari dari 4 faktor yaitu faktor pertama adalah faktor
psikoanalitis yang merupakan bagian dari salah satu faktor psikologis
yaitu cemas yang merupakan suatu konflik emosional yang terjadi
antara dua elemen kepribadian yaitu identitas dan superego. Identitas
mewakili dorongan insting dan impuls primitif, sedangkan superego
mencerminkan hati nurani dan dikendalikan oleh norma budaya. Ego
berfungsi menengahi tuntutan dari dua elemen yang bertentang
tersebut, dan fungsi cemas adalah mengingatkan ego bahwa ada
bahaya.
Faktor kedua adalah interpersonal yaitu suatu kecemasan yang
timbul dari perasaan takut terhadap ketidaksetujuan dan penolakan
interpersonal. Cemas juga berhubungan dengan perkembangan trauma,
seperti perpisahan dan kehilangan yang menimbulkan kerentanan
tertentu. Individu dengan harga diri rendah rentan mengalami cemas
berat.
Faktor ketiga adalah keluarga yaitu suatu keadaan atau kondisi
yang dapat menimbulkan cemas yang terjadi dalam keluarga. Cemas
juga tumpang tindih antara gangguan cemas dengan depresi. Faktor
keempat yaitu faktor biologis yang merupakan suatu kajian biologis
yang menunjukan bahwa otak mengandung reseptor khusus untuk
benzodiazepine, obat-obatan yang meningkatkan neuroregulator
inhibisi asam gamat-aminobutirat (GAMA), yang berperan penting
terhadap mekanisme biologis yang berhubungan dengan cemas.
Kesehatan umum individu dan riwayat cemas pada keluarga memiliki
efek nyata sebagai faktor penyebab cemas.
e. Faktor Presipitasi
Menurut Stuart (2007), beberapa faktor pencetus yang dapat
menyebabkan terjadinya kecemasan adalah ancaman terhadap
integritas fisik meliputi disabilitas fisiologi yang akan terjadi atau
penurunan untuk melakukan kemampuan aktivitas sehari-hari yang
meliputi dua hal yaitu dari sumber internal meliputi kegagalan
mekanisme fisiologi normal. Sumber eksternal meliputi paparan
melalui infeksi virus dan bakteri, polutan lingkungan, kecelakaan,
kekurangan nutrisi, tidak adekuatnya tempat tinggal.
Ancaman terhadap sistem diri yang dapat membahayakan
identitas, harga diri, dan fungsi sosial yang terintegrasi pada diri
individu dari sumber internaladalah kesulitan dalam berhubungan
interpersonal dirumah dan tempat kerja, penyesuaian terhadap peran
baru. Berbagai ancaman terhadap integritas fisik juga dapat
mengancam harga diri, sedangkan dari sumber eksternal adalah
kehilangan orang yang dicintai, perceraian, perubahan status
pekerjaan, tekanan kelompok dan sosial budaya.