Penatalaksanaan hernia menurut Jitowiyono & Kristiyanasari (2010)
adalah dengan dilakukan operasi. Indikasi operasi sudah ada begitu
diagnosis ditegakkan. Prinsip dasar operasi hernia adalah herniorapy,
yang terdiri dari herniotomy dan hernioplasty.
1) Herniotomy
Pada herniotomy dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke
lehernya, kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada
perlengketan, kemudian direposisi. Kantong hernia dijahit, ikat
setinggi mungkin lalu dipotong.
2) Hernioplasty
Pada hernioplasty dilakukan tindakan memperkecil annulus
inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis
inguinalis. Hernioplasty lebih penting artinya dalam mencegah
terjadinya residif dibandingkan dengan herniotomy. Dikenal
berbagai metode hernioplasty seperti memperkecil annulus
inguinalis internus dengan jahitan terputus, menutup dan
memperkuat fasia transversa, dan menjahitkan pertemuan
muskulus tranversus internus abdominis dan muskulus oblikus
internus abdominis yang dikenal dangan nama conjoint tendon ke
ligamentum inguinale menurut metode Bassini, atau menjahitkan
fasia tranversa muskulus transversus abdominis, muskulus oblikus
internus abdominis ke ligamentum cooper pada metode Mc Vay.
Bila defek cukup besar atau terjadi residif berulang diperlukan
pemakaian bahan sintesis seperti mersilene, prolene mesh atau
marleks untuk menutup defek.
