Tidak hanya unsur perjanjian dan syarat sah perjanjian, perjanjian yang dibuat
juga harus berlandaskan pada asas-asas berlakunya perjanjian110, diantaranya
yaitu:
1. Asas kebebasan berkontrak;
2. Asas konsensualisme;
3. Asas mengikatnya suatu perjanjian;
4. Asas iktikad baik.
5. Asas tranparansi
Asas kebebasan berkontrak menyebabkan orang dapat menciptakan perjanjian
tidak bernama. Asas ini bersifat universal. Pasal 1338 ayat (1) mengakui asas
tersebut dengan menyatakan bahwa semua perjanjian yang dimuat secara sah
mengikat para pihak sebagai undang-undang. Namun, Pasal 1320 KUH Perdata membatasi kebebasan berkontrak dengan adanya syarat sah perjanjian.
Pembatasan dikaitkan dengan kausa yang halal dalam kontrak. Pasal 1337 KUH
Perdata menjelaskan bahwa suatu kausa dapat menjadi terlarang apabila dilarang
oleh undang-undang, kesusilaan, dan ketertiban umum.
Sutan Remy Sjahdeini menyimpulkan ruang lingkup asas kebebasan
berkontrak sebagai berikut:
1. Kebebasan untuk membuat atau tidak membuat perjanjian;
2. Kebebasan untuk memilih dengan pihak siapa ia ingin membuat
perjanjian;
3. Kebebasan untuk memilih causa perjanjian yang akan dibuatnya;
4. Kebebasan untuk menentukan objek suatu perjanjian;
5. Kebebasan untuk menentukan bentuk suatu perjanjian; dan
6. Kebebasan untuk menerima atau menyimpangi ketentuah undang-undang
yang bersifat opsional.
Di dalam kontrak atau perjanjian, prestasi adalah kewajiban kontraktual.115
Sumber kewajiban kontraktual adalah bertemunya kehendak atau konsensus para
pihak yang membuat kontrak. Adanya konsensus dari para pihak, maka
kesepakatan menimbulkan kekuatan mengikat perjanjian sebagaimana layaknya
undang-undang (pacta sunt servanda).
Iktikad baik pelaksanaan kontrak yang disebut sebagai iktikad baik objektif
mengacu pada isi perjanjian. Isi perjanjian harus rasional dan patut. Isi kontrak
adalah kewajiban dan hak para pihak yang berkontrak. Iktikad baik pelaksanaan
kontrak bermakna melaksanakan kontrak secara rasional dan patut. Pasal 1338
Ayat (3) KUH Perdata mengatakan bahwa perjanjian harus dilaksanakan dengan
iktikad baik. Hal ini memberi perlindungan kepada para pihak dan kedudukan para pihak menjadi seimbang. Hal ini merupakan realisasi dari asas
keseimbangan.
