Analisis pada PLS-SEM biasanya terdiri dari dua sub model yakni model pengukuran (measurement model) atau sering disebut outer model dan model struktural (structural model) atau sering disebut inner model. Model pengukuran menunjukkan bagaimana variabel terukur merepresentasikan variabel laten untuk diukur. Model struktural menunjukkan kekuatan estimasi antar variabel laten. Variabel laten yang dibentuk dalam PLS-SEM, indikatornya dapat berbentuk reflektif maupun formatif (Ghozali, 2015). Indikator reflektif atau sering disebut dengan Mode A merupakan indikator yang bersifat manifestasi atau perwujudan dari variabel latennya. Untuk indikator formatif atau sering disebut dengan Mode B memiliki karakteristik bahwa perubahan dalam indikator akan menyebabkan perubahan pada variabel laten (Sholihin, 2013; Ghozali, 2015)
