Profesionalisme dapat dijadikan sebuah elemen motivasi yang
memberikan sumbangan terhadap prestasi kerja atau kinerja dengan
ketrampilan yang tinggi.Sikap profesionalisme dibutuhkan dalam
menghasilkan kualitas pekerjaan yang sebaik-baiknya. Hal ini dikarenakan
semakin berkualitas pekerjaan seorang pegawai, kinerjanya semakin
cemerlang. Semakin baik kinerjanya, masyarakat dan pihakpihak terkait
akan semakin percaya.
Profesional adalah tingkat penguasaan dan pelaksanaan terhadap
knowledge, skill, dan character. Seorang yang profesional akan
mempunyai tingkat tertentu pada ketiga bidang tersebut menurut Bernardi
(dalam prasetyoningrum : 2010). Perilaku profesional diperlukan bagi
semua profesi, agar profesi yang telah menjadi pilihannya mendapat
kepercayaan dari masyarakat menurut Bonner and Lewis (dalam
prasetyoningrum : 2010).
Profesionalisme sebagai sikap dan perilaku seseorang dalam
melakukan profesi tertentu. Seorang yang profesional, di samping
mempunyai keahlian dan kecakapan teknis, harus mempunyai kesungguhan
dan ketelitian bekerja, mengejar kepuasan orang lain, keberanian
menanggung risiko, ketekunan dan ketabahan hati, integritas tinggi,
konsistensi dan kesatuan pikiran, kata dan perbuatan menurut Christian
(dalam prasetyoningrum : 2010).
Hall (dalam prasetyoningrum : 2010). Menyatakan bahwa ada lima
dimensi profesionalisme seseoang, yaitu :
1. Afiliasi komunitas (Community affiliation)
2. Kebutuhan untuk mandiri (Autonomy demand)
3. Keyakinan terhadap peraturan sendiri / profesi (Belief selfregulation)
4. Dedikasi pada profesi (Dedication)
5. Dan kewajiban sosial (Social obligation)
Karyawan yang memiliki profesionalisme tinggi diharapkan dapat
memberikan kontribusi yang signifikan dalam pencapaian tujuan
organisasi. Secara khusus, peningkatan profesionalisme diharapkan dapat
memberikan dampak bagi peningkatan kinerja dan kepuasan bagi
karyawan, ini merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh setiap
karyawan yang bekerja dalam suatu organisasi. Dengan demikian
peningkatan profesionalisme akan dapat membantu menyelaraskan
pencapaian tujuan organisasi dan tujuan personal. Menurut Sagie, Krausz.
dkk (dalam Prasetyoningrum : 2010). Yang menyatakan bahwa
Profesionalisme berhubungan positif terhadap kinerja karyawan.
Menurut Lui et al (dalam Prasetyoningrum : 2010). Merumuskan
definisi – definisi yang masih ada tentang profesionalisme dalam literatur
manajemen adalah ambisius. Mengadopsi sebuah perspektif sosialisasi,
melihat profesionalisme sebagai nilai – nilai, tujuan dan norma – norma
yang dipelajari dalam sosialisasi profesionalisme.
