Metode pelatihan yang digunakan harus sesuai dengan jenis
pelatihan yang akan dilaksanakan perusahaan. Rivai dan Sagala
(2010:226) membedakan metode pelatihan menjadi dua, yaitu :
1) On the job training, yaitu metode pelatihan dengan memberikan
petunjuk mengenai pekerjaan secara langsung pada saat bekerja
untuk melatih karyawan bagaimana melaksanakan pekerjaan
mereka sekarang. Contoh metode ini adalah instruksi, rotasi,
magang.
2) Off the job training, yaitu metode yang dilakukan diluar jam kerja.
Contoh metode ini adalah ceramah,video, studi kasus, simulasi,
dan studi mandiri.
d. Indikator Pelatihan
Adapun indikator pelatihan menururt Rivai (2005:240) yaitu
sebagai berikut:
1) Materi pelatihan
Dengan mengetahui kebutuhan akan pelatihan, langkah
pertama yang dapat ditentukan yaitu mengenai materi yang harus
diberikan misalnya kelengkapan materi pelatihan.
2) Metode pelatihan
Sesuai dengan materi pelatihan yang diberikan, maka dapat
ditentukan metode atau cara penyajian yang paling tepat.
Penentuan atau pemilihan metode pelatihan disesuaikan dengan
materi yang akan disajikan.
3) Instruktur
Pelatih harus mempunyai keahlian dan kemampuan untuk
mentransformasikan keahlian tersebut pada peserta pelatihan.
4) Peserta pelatihan
Agar program pelatihan dapat mencapai sasaran yang
diinginkan hendaknya para peserta yang dipilih secara mental
telah dipersiapkan untuk mengikuti program tersebut. Peserta
yang dipilih juga harus memiliki motivasi yang tinggi dalam
mengikuti pelatihan.
5) Sarana pelatihan.
Sarana pendukung evaluasi pelatihan dimaksudkan untuk
mengukur kelebihan suatu program, kelengkapan peralatan, dan
kondisi lingkungan yang merupakan umpan balik untuk menilai
atau menghasilkan output yang sesuai.
