Faktor-Faktor Interaksi Sosial (skripsi dan tesis)

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya interakasi sosial, adapun faktor-faktor interaksi sosial menurut ( Soekanto, 2007 ;Syarbaini, 2009) adalah sebagai berikut : 1. Faktor imitasi Faktor imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidahkaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Namun demikian, imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif dimana misalnya, yang ditiru adalah hal-hal menyimpang. Imitasi merupakan tindakan meniru orang yang dilakukan dalam bermacam-macam bentuk seperti gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebiasaanm, pola pikir, dan hal-hal yang dimiliki atau dilakukan oleh individu lain. Imitasi bukan hanya pada tahap kata, melainkan juga makna dan tindakan 2. Faktor sugesti Sugesti merupakan pengaruh psikis yang datang dari diri sendiri maupun orang lain, diterima tanpa adanya kritik. Sugesti dilakukan dengan sengaja, secara aktif memberikan pandangan-pandangan, pendapat, dan norma agar seseorang dapat menerima sesuatu yang diberikan oleh individu lain. Faktor sugesti beralangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. 3. Faktor identifikasi Identifikasi merupakan kecenderungan individu untuk menjadi sama dengan individu lain. Identifikasi dilakukan kepada individu lain yang dianggap ideal dalam suatu segi untuk memperoleh sistem norma, sikap, dan nilai yang merupakan kekurangan pada diri individu. Proses identifikasi pertama-tama berlangsung secara tidak sadar, kemudia irasional (berdsarkan perasaan) sehingga bermanfaat untuk melengkapi sistem norma, cita-cita dan pedoman tingkah laku individu yang melakukan identifikasi. Faktor identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas proses ini. 4. Faktor Simpati Simpati merupakan proses individu merasa tertarik pada pihak lain. Proses simpati diarahkan pada keseluruhan keadaan dan tingkah laku individu. Individu tersebut bukan hanya tertarik pada salah satu bagian dari individu lain. Dasar kerja simpati lebih besar pada perasaan sehingga simpati seringkali terjadi dalam reaksi irasional. Faktor simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan penting. Walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. 5. Faktor Empati Empati merupakan simpati mendalam yang mempengaruhi kejiwaan dan fisik individu. Individu yang melakukan empati ikut merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan individu lain untuk memahami keadaan individu lain tersebut.