Partisipasi Masyarakat (Skripsi dan tesis)

Partisipasi adalah keikutsertaan suatu kesatuan untuk mengambil kesatuan bagian dalam aktifitas yang dilaksanakan oleh susunan kesatuan yang lebih besar (Reading, dalam Boedojo, 1986:12). Ilmuwan Keith Davis dalam bukunya “Human Relation at Work” dalam Sastropoetra (dalam Boedojo, 1986:14) mengemukaan definisi partisipasi sebagai keterlibatan mental/fikiran dan emosi/perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam upaya mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Sifat-sifat dan ciri-ciri partisipasi antara lain :

a. Partisipasi harus bersifat sukarela

b. Bebagai issue atau masalah haruslah disajikan dan dibicarakan secara jelas dan obyektif

c. Kesempatan untuk berpartisipasi haruslah mendapat keterangan/informasi yang jelas dan memadai tentang setiap segi/aspek dari program yang akan didiskusikan (Parjono dalam Sastropoetro, dalam Boedojo, 1986).

Sartono (dalam Boedojo, 1986:14) mengatakan bahwa partisipasi ini sangat ditentukan oleh faktor-faktor penentu yang mutlak ada. Faktor pengetahuan dan sikap adalah bagian penting dalam perilaku, oleh karenanya menjadi hal prinsip berpengaruh terhadap besar kecilnya partisipasi.

Perilaku yang positif diduga menghasilkan partisipasi yang tinggi begitu sebaliknya. Green (dalam Boedojo, 1986:17) berpendapat bahwa ada tiga faktor utama yang mempengaruhi perilaku individu yaitu :

a. Faktor-faktor dasar (predisposing factors) yang terdapat di dalam masyarakat termasuk kebiasaan, kepercayaan, tradisi dan sebagainya.

b. Faktor-faktor pendukung (enabling factors), sumberdaya atau potensi masyarakat.

c. Faktor-faktor pendorong (reinforcing factors) : sikap dan perilaku petugas yang berwenang dan lain-lain