Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Sosial Ekonomi (skripsi dan tesis)

Soekanto memiliki ukuran atau kriteria dalam menggolongkan anggota

masyarakat dalam suatu lapisan sosial, kriteria tersebut diantaranya ukuran

kekayaan, ukuran kekuasaan, ukuran kehormatan dan ukuran ilmu

pengetehuan. Namun status sosial ekonomi masyarakat juga dapat dilihat dari

beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu:

a) Pekerjaan

Manusia adalah makhluk yang berkembang dan makhluk yang

aktif. Manusia disebut sebagai makhluk yang suka bekerja, manusia

bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokoknya yang terdiri dari pakaian,

sandang, papan, serta memenuhi kebutuhan sekunder seperti pendidikan

tinggi, kendaraan, alat hiburan dan sebagainya (Mulyanto, 1985:2).

Pekerjaan akan menentukan status sosial ekonomi karena dari

bekerja segala kebutuhan akan dapat terpenuhi. Pekerjaan tidak hanya

mempunyai nilai ekonomi namun usaha manusia untuk mendapatkan

kepuasan dan mendapatkan imbalan atau upah, berupa barang dan jasa

akan terpenuhi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan seseorang akan

mempengaruhi kemampuan ekonominya, untuk itu bekerja merupakan

suatu keharusan bagi setiap individu sebab dalam bekerja mengandung dua

segi, kepuasan jasmani dan terpenuhinya kebutuhan hidup. Dalam kaitan

ini Soeroto (1986:5) memberikan definisi mengenai pekerjaan adalah

kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa bagi diri sendiri atau orang

lain, baik orang melakukan dengan dibayar atau tidak.

Soeroto (1986:167) menjelaskan bahwa dengan bekerja orang akan

memperoleh pendapatan, dari pendapatan yang diterima orang tersebut

diberikan kepadanya dan keluarganya untuk mengkonsumsi barang dan

jasa hasil pembangunan dengan demikian menjadi lebih jelas, barang siapa

yang mempunyai produktif, maka ia telah nyata berpartisipasi secara nyata

dan aktif dalam pembangunan.

Ditinjau dari segi sosial, tujuan bekerja tidak hanya berhubungan

dengan aspek ekonomi/mendapatkan pendapatan (nafkah) untuk keluarga

saja, namun orang yang bekerja juga berfungsi untuk mendapatkan status,

untuk diterima menjadi bagian dari satu unit status sosial ekonomi dan

untuk memainkan suatu peranan dalam statusnya (Kartono, 1991:21).

19

Dalam pedoman ISCO (International Standart Clasification of

Oecuption) pekerjaan diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Profesional ahli teknik dan ahli jenis

2. Kepemimpinan dan ketatalaksana

3. Administrasi tata usaha dan sejenisnya

4. Jasa

5. Petani

6. Produksi dan operator alat angkut.

Dari berbagai klasifikasi pekerjaan diatas, orang akan dapat

memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan yang

dimilikinya. Dalam masyarakat tumbuh kecenderungan bahwa orang yang

bekerja akan lebih terhormat di mata masyarakat, artinya lebih dihargai

secara sosial dan ekonomi.

Jadi untuk menentukan status sosial ekonomi yang dilihat dari

pekerjaan, maka jenis pekerjaan dapat diberi batasan sebagai berikut:

1. Pekerjaan yang berstatus tinggi, yaitu tenaga ahli teknik dan ahli jenis,

pemimpin ketatalaksanaan dalam suatu instansi baik pemerintah

maupun swasta, tenaga administrasi tata usaha.

2. Pekerjaan yang berstatus sedang, yaitu pekerjaan di bidang penjualan

dan jasa.

3. Pekerjaan yang berstatus rendah, yaitu petani dan operator alat angkut

atau bengkel.

Tingkat pekerjaan orang tua yang berstatus tinggi sampai rendah

tampak pada jenis pekerjaan orang tua, yaitu sebagai berikut:

1. Pekerjaan yang menunjukkan status sosial ekonomi tinggi, PNS

golongan IV ke atas, pedagang besar, pengusaha besar, dokter,.

2. Pekerjaan yang menunjukkan status sosial ekonomi sedang adalah

pensiunan PNS golongan IV A ke atas, pedagang menengah, PNS

golongan IIIb-IIId, guru SMP /SMA, TNI, kepala sekolah, pensiunan

PNS golongan IId-IIIb, PNS golongan IId-IIIb, guru SD, usaha toko.

3. Pekerjaan yang menunjukkan status sosial ekonomi rendah adalah

tukang bangunan, tani kecil, buruh tani, sopir angkutan, dan pekerjaan

lain yang tidak tentu dalam mendapatkan penghasilan tiap bulannya

(Lilik, 2007).

b) Pendidikan

Pendidikan berperan penting dalam kehidupan manusia,

pendidikan dapat bermanfaat seumur hidup manusia. Dengan pendidikan,

diharapkan seseorang dapat membuka pikiran untuk menerima hal-hal

baru baik berupa teknologi, materi, sistem teknologi maupun berupa ideide

baru serta bagaimana cara berpikir secara alamiah untuk kelangsungan

hidup dan kesejahteraan dirinya, masyarakat dan tanah airnya.

Ngadiyono (1998:46) membedakan pendidikan berdasarkan isi

program dan penyelenggaraannya menjadi 3 macam, yaitu:

1. Pendidikan formal merupakan pendidikan resmi di sekolah-sekolah,

penyelenggaraannya teratur dengan penjenjangan yang tegas,

persyaratan tegas, disertai peraturan yang ketat, pendidikan ini

didasarkan pada peraturan yang tegas.

21

2. Pendidikan informal merupakan pendidikan yang diperoleh melalui

hasil pengalaman, baik yang diterima dalam keluarga maupun

masyarakat. Penjenjangan dan penyelenggaraannya tidak ada,

sistemnya tidak diformulasikan.

3. Pendidikan non formal merupakan pendidikan yang dilakukan di luar

sekolah, penyelenggaraannya teratur. Isi pendidikannya tidak seluar

pendidikan formal, begitu juga dengan peraturannya.

Tingkat pendidikan orang tua bergerak dari tamat D3-sarjana,

tamat SMA, Tamat SMP dan Tamat SD. Seseorang yang telah

mendapatkan pendidikan diharapkan dapat lebih baik dalam kepribadian,

kemampuan dan ketrampilannya agar bisa lebih baik dalam bergaul dan

beradaptasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat, sehingga

mempermudah seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya

(Abdullah, 1993:327).

c) Pendapatan

Christoper dalam Sumardi (2004) mendefinisikan pendapatan

berdasarkan kamus ekonomi adalah uang yang diterima oleh seseorang

dalam bentuk gaji, upah sewa, bunga, laba dan lain sebagainya.

Biro pusat statistik merinci pendapatan dalam kategori sebagai

berikut:

1. Pendapatan berupa uang adalah segala penghasilan berupa uang yang

sifatnya regular dan diterima biasanya sebagai balas atau kontra

prestasi, sumbernya berasal dari:

a. Gaji dan upah yang diterima dari gaji pokok, kerja sampingan,

kerja lembur dan kerja kadang-kadang.

b. Usaha sendiri yang meliputi hasil bersih dari usaha sendiri, komisi,

penjualan dari kerajinan rumah.

c. Hasil investasi yakni pendapatan yang diperoleh dari hak milik

tanah. Keuntungan serial yakni pendapatan yang diperoleh dari hak

milik.

2. Pendapatan yang berupa barang yaitu: pembayaran upah dan gaji yang

ditentukan dalam beras, pengobatan, transportasi, perumahan dan

kreasi.

Berdasarkan penggolongannya BPS (Badan Pusat Statistik)

membedakan pendapatan penduduk menjadi 4 golongan yaitu:

1) Golongan pendapatan sangat tinggi adalah jika pendapatan rata-rata

lebih dari Rp. 3.500.000 per bulan.

2) Golongan pendapatan tinggi adalah jika pendapatan rata-rata antara Rp

2.500.000 s/d Rp. 3.500.000 per bulan.

3) Golongan pendapatan sedang adalah jika pendapatan rata-rata dibawah

antara Rp. 1.500.000 s/d 2.500.000 per bulan.

4) Golongan pendapatan rendah adalah jika pendapatan rata-rata Rp.

1.500.000 per bulan.

d) Jumlah Tanggungan Orang Tua

Proses pendidikan anak dipengaruhi oleh keadaan keluarga sebagai

berikut: pertama adalah ekonomi orang tua yang banyak membantu

perkembangan dan pendidikan anak. Kedua adalah kebutuhan keluarga,

kebutuhan keluarga yang dimaksud adalah kebutuhan dalam struktur

keluarga yaitu adanya ayah, ibu dan anak. Ketiga adalah status anak,

apakah anak tunggal, anak kedua, anak bungsu, anak tiri, atau anak angkat.

Jumlah tanggungan orang tua yaitu berapa banyak anggota

keluarga yang masih bersekolah dan membutuhkan biaya pendidikan,

yaitu 1 orang, 2 orang, 3 orang, lebih dari 4 orang (Lilik, 2007).

e) Pemilikan

Pemilikan barang-barang yang berhargapun dapat digunakan untuk

ukuran tersebut. Semakin banyak seseorang memiliki sesuatu yang

berharga seperti rumah dan tanah, maka dapat dikatakan bahwa orang itu

mempunyai kemampuan ekonomi yang tinggi dan mereka semakin

dihormati oleh orang-orang di sekitarnya.

Apabila seseorang memiliki tanah sendiri, rumah sendiri, sepeda

motor, mobil, komputer, televisi dan tape biasanya mereka termasuk

golongan orang mampu atau kaya. Apabila seseorang belum mempunyai

rumah dan menempati rumah dinas, punya kendaraan, televisi, tape,

mereka termasuk golongan sedang. Sedang apabila seseorang memiliki

rumah kontrakan, sepeda dan radio biasanya termasuk golongan biasa.

f) Jenis Tempat Tinggal

Menurut Kaare Svalastoga dalam Sumardi (2004) untuk mengukur

tingkat sosial ekonomi seseorang dari rumahnya, dapat dilihat dari:

1) Status rumah yang ditempati, bisa rumah sendiri, rumah dinas,

menyewa, menumpang pada saudara atau ikut orang lain.

2) Kondisi fisik bangunan, dapat berupa permanen, kayu dan bambu.

Keluarga yang keadaan sosial ekonominya tinggi, pada umumna

menempati rumah permanen, sedangkan keluarga yang keadaan

sosial ekonominya menengah ke bawah menggunakan semi

permanen atau tidak permanen.

3) Besarnya rumah yang ditempati, semakin luas rumah yang ditempati

pada umumnya semakin tinggi tingkat sosial ekonominya.

Rumah dapat mewujudkan suatu tingkat sosial ekonomi bagi

keluarga yang menempati. Apabila rumah tersebut berbeda dalam hal

ukuran kualitas rumah. Rumah yang dengan ukuran besar, permanen dan

milik pribadi dapat menunjukkan bahwa kondiri sosial ekonominya tinggi

berbeda dengan rumah yang kecil, semi permanen dan menyewa

menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonominya rendah.