Pengertian Pantun (skripsi dan tesis)

            Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (1984: 728) dinyatakan bahwa” Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b). Tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama atau kedua adalah merupakan tumpuan (sampiran), sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi.

            Pendapat lain mengatakan bahwa pantun adalah jenis karangan yang (puisi) terikat oleh bait, baris rima dan irama. Dari pengertian ini dapat dipertegas bahwa pantun adalah salah satu produk berbentuk puisi, tetapi lebih terikat pada ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dan biasanya karya pantun lebih akrab dengan orang Melayu, karena merupakan kebudayaan asli orang Melayu. Dalam  pantun terpendam mutiara-mutiara  dan kaidah-kaidah yang benilai tinggi untuk dijadikan sebagai pedoman bermasyarakat orang Melayu.  Sebagaimana diungkapkan oleh Hakymi (2004) bahwa: ” dalam pepatah-petitih, mamang, bidal, pantun dan gurindam tersimpan mutiara-mutiara dan kaidah-kaidah yang tinggi nilainya untuk kepentingan hidup bergaul dalam masyarakat. Kalimat-kalimat yang disusun, diucapkan dengan kata-kata kiasan mengandung makna yang tersirat di dalamnya.”

2.2.1 Jenis Pantun

            Sehubungan dengan permasalahan penelitian maka bahasan berikut lebih mengupas masalah pantun, mulai dari jenis pantun dan syarat-syaratnya.

            Ada beberapa jenis pantun yaitu. Jika dilihat dari bentuknya kita kenal sebagai berikut:

  1. Pantun Biasa  (  Pantun biasa sering juga disebut pantun  saja.)

      Contoh :

 

            Kalau ada jarum patah

            Jangan dimasukkan ke dalam peti

            Kalau ada kataku yang salah

            Jangan dimasukan ke dalam hati

  1. Seloka (Pantun Berkait)

Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.

Ciri-ciri Seloka :

  1. Baris kedua dan keempat  pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
  2. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
  3. Dan seterusnya

Contoh :

Lurus jalan ke Payakumbuh,

Kayu jati bertimbal jalan

Di mana hati tak kan rusuh,

Ibu mati bapak berjalan

Kayu jati bertimbal jalan,

Turun angin patahlah dahan

Ibu mati bapak berjalan,

Ke mana untung diserahkan

  1. Talibun

Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.

Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga  isi.

      Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat  isi.

      Jadi :

Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.

      Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d

      Contoh :

            Kalau anak pergi ke pekan

Yu beli belanak pun beli                sampiran

            Ikan panjang beli dahulu

            Kalau anak pergi berjalan

            Ibu cari sanak pun cari                   isi

            Induk semang cari dahulu

  1. Pantun Kilat ( Karmina) )

      Ciri-cirinya :

  1. Setiap bait terdiri dari 2 baris
  2. Baris pertama merupakan sampiran
  3. Baris kedua merupakan isi
  4. Bersajak a – a
  5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata

Contoh :

Dahulu parang, sekarang besi     (a)

Dahulu sayang sekarang benci   (a)

Berdasarkan isi nya pantun dibagi menjadi :

  1. a)Pantun muda mudi

Dari jauh kapal melintang

tampak haluan dengan kemudi

dari jauh kanda datang

apa maksud datang ke sini

  1. b)Pantun nasihat

Kalau anak pergi ke lepau

yu beli belanak pun beli

ikan panjang beli dahulu

kalau anak pergi merantau

ibu cari sanakpun cari

induk semamg cari dahulu

  1. c)Pantun agama

Kemumu di dalam semak

buah kepayang banyak minyaknya

biar ilmu setinggi tegak

tak sembayang apa gunanya

  1. d)Pantun  Jenaka

Iluk nian bukit sumbing

jalan ke sawah bersimpang duo

iluk nian bebini sumbing

biak marah ketawo jugo

  1. e)Pantun orang tua

Kalau anak pergi ke pasar

jangan lupa membeli baju

kalau anak sedang belajar

jangan lupa pesan guru

  1. f)Pantun anak-anak

Anak kecubung mandi di sawah

botol kosong nyaring bunyinya

anak sombong banyak ketawa

suka bohong banyak musuhnya