Analisis Dalam N Vivo (skripsi dan tesis)

  1. Analisis isi (content analysis): untuk menentukan makna dari data teks dengan menggunakan kode yang berasal langsung dari data tanpa panduan teori (konvensional), dengan panduan teori (directed), atau dengan disertai pencacahan (sumatif).
  2. Analisis tematik (thematic analysis): untuk untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan melaporkan pola-pola yang terdapat dalam data, mengorganisasikanya menjadi tema-tema bermakna, dan menginterpretasikan tema-tema tersebut dalam konteks penelitian. Dalam hal ini tema mewakili sesuatu yang penting dalam data dan menunjukkan tanggapan berpola tertentu atau bermakna tertentu dalam kaitan dengan pertanyaan penelitian.
  3. Analisis kerangka (framework analysis): untuk mengorganisasikan topik atau tema sedemian rupa sehingga dapat ditentukan topik atau tema mana yang menjadi payung dan yang mana yang dipayungi yang kemudian diorganisasikan dalam bentuk bagan alir atau tabel, merupakan pengembangan dari analisis tematik.
  4. Analisis bandingan (comparative analysis): untuk menentukan persamaan dan perbedaan antar kelompok berdasarkan kode dari data kualitatif mengenai aspek yang sama, biasanya dengan menyajikan kutipan dari transkrip dalam tabel. Variasi dari teknik analisis bandingan ini adalah analisis bandingan konstan (constan comparison analysis) yang dilakukan langsung di lapangan untuk memunculkan ide baru untuk dibandingkan dengan yang diperoleh sebelumnya guna membangun teori dalam penelitian dengan menggunakan metode”grounded theory”.
  5. Analisis bandingan kualitatif (qualitative comparative analysis): untuk menentukan konfigurasi kasus, yang dalam hal ini dapat berupa orang, keluarga, peristiwa, institusi, pengaturan, wilayah, atau bahkan negara, dengan cara terlebih dahulu mendaftar kasus dalam baris dan kemudian memberikan nilai biner atau ordinal dalam kolom.
  6. Analisis dunia-kehidupan (life-world analysis): teknik analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode fenomenologi untuk menentukan bagaimana seseorang, dalam memandang sesuatu, bergantung pada lingkungan yang mepengaruhi kehidupannya.
  7. Analisis fenomenologis interpretatif (interpretative phenomenological analysis): teknik analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode fenomenologi untuk menentukan bagaimana seseorang mengartikan pengalaman hidupnya yang selanjutnya menentukan jalan pikirannya.
  8. Analisis induksi analitik (analytic induction analysis): untuk meredefinisikan secara progresif suatu fenomena yang akan dicarikan penjelasan (the explanandum) dan faktor yang dapat menjelaskannya (the explanans) sehingga dapat dibangun hubungan sempurna (universal) di antaranya.
  9. Analisis kontekstualisasi progresif (progressive contextualization analysis): untuk menentukan langsung pada saat pengumpulan data mengenai siapa pelaku atau jejaring pelaku suatu kejadian pada waktu dan tempat tertentu dan apa rangkaian konsekuensi yang terjadi sehingga menimbulkan perbedaan dari seandainya kejadian tidak berlangsung.
  10. Analisis matriks atau analisis logis (matrix or logical analysis): untuk membangun outline mengenai hubungan sebab-akibat umum dengan menggunakan proses berpikir logis dengan berdasarkan atas pengorganisasian dan pengkategorisasian kode dengan menggunakan bantuan bagan alir atau diagram.
  11. Analisis templat (template analysis): dilakukan untuk mengidentifikasi pola-pola tertentu yang diperoleh dari bagian, pola-pola dari bagian data ini kemudian digunakan sebagai templat untuk menganalisis bagian data lainnya.
  12. Analisis percakapan (conversation analysis): untuk menginterpretasikan percakapan yang terjadi secara alami antara seseorang dengan orang lain tanpa merujuk kepada konteks atau motif tertentu selain yang timbul sendiri dalam percakapan.
  13. Analisis wacana (discourse analysis): untuk menentukan bagaimana seseorang memaknai segala sesuatu dengan menggunakan bahasa dan wacana, dalam arti luas mencakup analisis semiotik, dekonstruksi, dan naratif.
  14. Analisis naratif (narrative analysis): untuk menentukan bagaimana seseorang memaknai suatu kejadian berdasarkan perspektif dirinya dalam kaitan dengan kejadian lainnya melalui narasi yang disampaikannya.
  15. Analisis hermeneutik objektif atau analysis penghalusan beruntun (objective hermeneutic analysis atau sequential fine analysis): untuk menginterpretasikan data tekstual yang sama masing-masing oleh anggota tim yang saling mengkritisi interpretasi anggota lainnya.