Dalam penelitian ini, penggunaan aspek yang terkandung dalam perkembangan psikososial remaja merupakan bagian dari dampak keputusan responden untuk meneruskan maupun tidak meneruskan kehamilan tidak di inginkan. Hal ini di dasarkan bahwa dampak keputusan untuk meneruskan maupun tidak meneruskan kehamilan tidak di inginkan berpengaruh terhadap tugas-tugas perkembangan psikososial yang harus diemban oleh si remaja itu sendiri. Untuk selanjutnya akan diuraikan pendapat berbagai ahli mengenai perkembangan psikososial remaja.
Konsep psikososial merupakan suatu perubahan didalam kehidupan individu, baik yang bersifat psikologik maupun sosial yang dibentuk oleh pengaruh-pengaruh sosial yang berinteraksi dengan suatu organisme yang menjadi matang secara fisik dan psikologis (Soraya, 2012). Psikososial membahas mengenai masalah kejiwaan dan kemasyarakatan yang mempunyai pengaruh timbal balik, sebagai akibat terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat (Depkes RI, 2000
Tugas perkembangan psikososial remaja ini meliputi pencarian identitas diri, seksualitas, dan interaksi remaja dengan keluarga, teman, serta masyarakat (Feldman, Olds, & Papalia, 2004). Davis dan Forsythe (1984) mengemukakan bahwa dalam kehidupan masa remaja terdapat delapani aspek psikososial antara lain keluarga, lingkungan, kepribadian, rekreasi, pergaulan dengan lawan jenis, pendidikan, persahabatan atau soladiiritas kelompok, dan lapangan kerja (Septiyani, 2007).
Secara terperinci, menurut Steinberg (2002) menjelaskan bahwa ada lima perkembangan psikososial terpenting selama masa remaja yaitu, identity, autonomy, intimacy, sexuality, dan achievement.
Pada remaja, terjadi berbagai macam perubahan penting yang terjadi pada identitas dirinya. Remaja mulai mempertanyakan siapa sebenarnya dirinya dan apa tujuan hidupnya. Pencarian remaja mengenai identitas dirinya tidak hanya untuk dirinya secara personal, namun juga untuk diakui oleh orang lain, terutama diakui komunitas remaja tersebut.
Remaja berusaha untuk membangun kemandirian pada dirinya sendiri sesuai dengan sudut pandang mereka dan apa yang orang lain pikirkan terhadap dirinya. Proses ini membutuhkan waktu yang lama, tidak hanya bagi remaja, namun juga bagi orang-orang disekitarnya. Remaja mulai lebih mandiri dari orang tua mereka secara emosional, mulai dapat menentukan keputusannya sendiri, dan mulai membangun nilai-nilai dan moral personal. Intimacy. Selama individu pada tahap remaja, perubahan penting terjadi pada kemampuan individu dalam menjalin hubungan dekat dengan orang lain, terutama pada kelompoknya. Selain hubungan pertemanan yang melibatkan keterbukaan, kepercayaan, dan kesetiaan remaja juga akan mengalami peningkatan dalam hubungan dengan lawan jenis yang melibatkan rasa kasih sayang dan kepercayaan
Umumnya aktivitas seksual dimulai pada hubungan remaja dengan kelompoknya dan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul pada diri seorang remaja.
Banyak keputusan penting yang dibuat semasa remaja memiliki konsekuensi pada sekolah dan karirnya. Keputusan-keputusan ini bergantung pada pencapaian remaja di sekolah, evaluasi terhadap kemampuan diri sendiri, dan harapan mereka mengenai masa depan yang didukung oleh saran dan arahan dari keluarga dan teman-temannya.
