Bagian dan jenis hernia (skripsi dan tesis)

Bagian-bagian dari hernia menurut Jitowiyono&Kristiyanasari (2010):
1) Kantong hernia
Pada hernia abdominalis berupa peritoneum parietalis
2) Isi hernia
Berupa organ atau jaringan yang keluar melalui kantong hernia,
misalnya usus, ovarium, dan jaringan penyangga usus (omentum)
3) Pintu hernia
Merupakan bagian locus minoris resitance yang dilalui kantong
hernia
4) Leher hernia
Bagian tersempit kantong hernia.
Menurut sifat dan keadaannya hernia dibedakan menjadi:
1) Hernia reponibel: bila isi hernia dapat keluar masuk. Usus keluar
jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi bila berbaring atau
didorong masuk perut, tidak ada keluhan nyeri atau gejala
obstruksi usus (Nicks, 2008).
2) Hernia ireponibel: Bila isi kantong tidak dapat direposisi kembali
ke dalam rongga perut. Ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi
kantong pada peritoneum kantong hernia (Nicks, 2008).
3) Hernia inkarserata atau strangulata: bila isinya terjepit oleh cincin
hernia sehingga isi kantong terperangkap dan tidak dapat kembali
ke dalam rongga perut. Akibatnya, terjadi gangguan vaskularisasi.
Reseksi usus perlu segera dilakukan untuk menghilangkan bagian
yang mungkin nekrosis (Sherwinter, 2009).
Menurut Erickson (2009) dalam Muttaqin 2011, ada beberapa
klasifikasi hernia yang dibagi berdasarkan regionya, yaitu: hernia
inguinalis, hernia femoralis, hernia umbilikalis, dan hernia skrotalis.
1) Hernia Inguinalis, yaitu: kondisi prostrusi (penonjolan) organ
intestinal masuk ke rongga melalui defek atau bagian dinding yang
tipis atau lemah dari cincin inguinalis. Materi yang masuk lebih
sering adalah usus halus, tetapi bisa juga merupakan suatu jaringan
lemak atau omentum. Predisposisi terjadinya hernia inguinalis
adalah terdapat defek atau kelainan berupa sebagian dinding
rongga lemah. Penyebab pasti hernia inguinalis terletak pada
lemahnya dinding, akibat perubahan struktur fisik dari dinding
rongga (usia lanjut), peningkatan tekanan intraabdomen
(kegemukan, batuk yang kuat dan kronis, mengedan akibat
sembelit, dll).
2) Hernia Femoralis, yaitu: suatu penonjolan organ intestinal yang
masuk melalui kanalis femoralis yang berbentuk corong dan keluar
pada fosa ovalis di lipat paha. Penyebab hernia femoralis sama
seperti hernia inguinalis.
3) Hernia Umbilikus, yaitu: suatu penonjolan (prostrusi) ketika isi
suatu organ abdominal masuk melalui kanal anterior yang dibatasi
oleh linea alba, posterior oleh fasia umbilicus, dan rektus lateral.
Hernia ini terjadi ketika jaringan fasia dari dinding abdomen di
area umbilicus mengalami kelemahan.
4) Hernia Skrotalis, yaitu: hernia inguinalis lateralis yang isinya
masuk ke dalam skrotum secara lengkap. Hernia ini harus cermat
dibedakan dengan hidrokel atau elevantiasis skrotum