(Santrock,2004) mendefinisikan belajar sebagai “a relatively permanent
influence on behavior, knowledge, and thinking skills, which comes about through
experience.” Pendapat yang sama dikemukakan oleh Woolfolk (2007:206) yang
menyatakan bahwa “learning occurs when experience causes a relatively permanent
change in an individual’s knowledge or behavior.” Kedua pengertian tersebut samasama menyatakan bahwa seseorang dikatakan telah belajar jika terjadi perubahan yang
sifatnya relatif tetap dalam pengetahuan dan tingkah lakunya, yang diperoleh melalui
pengalaman.
Belajar pada manusia dapat dirumuskan sebagai suatu aktivitas mental/psikis,
yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan
sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan, dan nilai-sikap.
Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas. Perolehan perubahan itu
dapat berupa suatu hasil yang baru atau pula penyempurnaan terhadap hasil yang telah
diperoleh (Winkel, 2004).
Prestasi belajar pada hakekatnya merupakan hasil yang telah dicapai seseorang
setelah melakukan usaha belajar. Pada umumnya semakin baik usaha belajar, maka
akan semakin baik pula prestasi yang akan dicapai. Menurut (Sardiman, 2001) “prestasi
belajar adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor
yang mempengaruhi, baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”,
sedangkan menurut (Tu’u, 2004) “prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau
keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan
dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru”.
Keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa
faktor, yaitu tingkat kecerdasan yang baik, pelajaran sesuai dengan bakat yang dimiliki,
ada minat dan perhatian yang tinggi dalam pembelajaran, motivasi yang baik dalam
belajar, cara belajar yang baik dan strategi pembelajaran yang dikembangkan guru.
Suasana keluarga yang mendorong anak untuk maju, lingkungan sekolah yang tertib,
Analisis Jalur (Path Analysis) Pengaruh Kondisi Sosial Ekonomi dan Motivasi Belajar
teratur, dan disiplin merupakan pendorong dalam proses pencapaian prestasi belajar
(Tulus Tu`u, 2004).
Slameto (2010:54) mengemukakan bahwa faktor-faktor tersebut dapat
dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu:
1. Faktor-faktor intern
a. Faktor jasmaniah, meliputi faktor kesehatan dan cacat tubuh.
b. Faktor psikologis, meliputi faktor intelegensi, perhatian, minat, bakat, motivasi,
kematangan, dan kesiapan.
c. Faktor kelelahan, meliputi kelelahan jasmanin dan kelelahan rohani.
2. Faktor-faktor ekstern
a. Faktor keluarga, meliputi cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga,
suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, dan latar
belakang kebudayaan.
b. Faktor sekolah, meliputi metode mengajar, relasi guru dengan siswa, relasi siswa
dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, keadaan gedung,
metode belajar, dan tugas rumah.
c. Faktor masyarakat, meliputi kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman
bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat.
