Technical Efeciency (TE) berkaitan dengan penggunaan sumber daya manusia, kapital, mesin sebagai input untuk memproduksi output relative terhadap performansi terbaik DMUs dalam suatu sample (Bhat,1997). Model prima DEA yang pertama digunakan, dikenal dengan model Constant Return to Scale (CRS) yang berasumsi bahwa setiap DMUs telah beroperasi pada skala optimal. Model awal yang digunakan dikenal dengan rasio CCR, merupakan persamaan non linier
Sasaran persamaan adalah untuk menentukan jumlah terbesar output yang dibobotkan dari DMUk dengan menjaga jumlah dari input yang dibobotkan pada suatu DMU agar rasio antara output yang dibobotkan dengan input yang dibobotkan kurang dari atau sama dengan satu. Nilai efisiensi teknis dalam DEA tidak hanya mengidentifikasikan unit yang tidak efisien, tapi juga derajat ketidakefisiennya. Analisa ini menjelaskan bagaimana unit yang tidak efisien menjadi efisien dengan memberikan prosentase penurunan input (input-oriented DEA) untuk memproduksi output yang sama atau memberikan prosentase penambahan output (output-oriented DEA) untuk sejumlah unit yang sama
