AHP mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multiobjektif dan multi-kriteria yang berdasar pada perbandingan preferensi dari setiap elemen dalam hirarki. Pada dasarnya langkah-langkah dalam metode AHP meliputi: 1. Mendefisinikan masalah dan menentukan solusi. 2. Membuat struktur hirarki yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan kriteria dan alternatif pada tingkatan kriteria paling bawah Penjelasan: a. Tujuan (goal) yang akan di capai atau penyelesaian masalah yang dikaji. b. Kriteria, kriteria apa saja yang harus dipenuhi oleh smua alternatif (penyelesaian) agar layak untuk menjadi pilihan ideal. c. Alternatif, pilihan penyelesaian masalah. 3. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan. Perbandingan dilakukan berdasarkan ‘judgment” dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya. 4. Melakukan perbandingan berpasangan sehingga di peroleh judgment seluruhnya sebanyak n x [(n-1)/2]buah, dengan n adalah banyaknya elemen yang dibandingkan. 5. Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya, jika tidak konsisten maka pengambilan data diulangi. 6. Mengulangi langkah 3,4, dan 5 untuk seluruh tingkat hirarki. 7. Menghitung vektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan. Nilai vektor eigen merupakan bobot setiap elemen. Langkah ini untuk mensintesis judgment dalam penentuan prioritas elemen-elemen pada tingkat hirarki terendah sampai pencapaian tujuan. 8. Memeriksa konsisten hirarki. Jika nilainya lebih dari 10 persen maka penilaian data judgment harus diperbaiki. Pemilihan kriteria dan alternatif media televisi berbasis berita informasi. Dalam penelitian ini penulis mengambil 4 kriteria media televisi berbasis berita informasi, yaitu: 1. Penting Dapat dimaknai sebagai sesuatu yang utama, yang membutuhkan perhatian, dan harus diketahui masyarakat luas. Karena sesuatu, selain membutuhkan jalan keluar atau solusi, juga terkait erat dengan kepentingan masyarakat luas. 2. Menarik Tidak semua berita yang disiarkan di media televisi karena pentingnya, sebagian diangkat menjadi berita karena aspek menariknya sebuah peristiwa, kejadian, atau suatu gagasan. Sesuatu dikatakan menarik bila sesuatu itu unik, langka, aneh, atau sesuatu yang mengandung daya tarik insani (human interest). Di dalamnya bisa karena ada unsur ketegangan, kecemasan, kepopuleran, atau sisi daya tarik insani lainnya. Ini sebabnya peristiwa, atau kejadian yang menarik tetap layak diberitakan. 3. Aktual (baru) berita yang disampaikan harus yang terkini atau terbaru, jarak maupun waktu kejadian harus berdekatan dengan waktu penyampaian berita. 4. Faktual (nyata) Berita atau informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta atau kejadian yang sebenarnya. Dan harus menjadi pertimbangan mutlak dalam menentukan kelayakan suatu berita. Sumber: www.hukumonline.com
