Menurut Sedarmayanti (2018:50), indikator-indikator lingkungan kerja
meliputi 5 faktor yaitu:
a. Penerangan/ cahaya di tempat kerja
Cahaya atau penerangan sangat besar manfaatnya untuk karyawan guna
menjamin keselamatan serta kelancaran saat bekerja, maka dari itu, sangat
penting adanya penerangan (cahaya). Jika penerangan kurang jelas maka
akan menyebabkan penglihatan menjadi tidak jelas, sehingga dapat
menghambat proses pekerjaan dan target organisasi tidak bisa tercapai.
b. Sirkulasi udara di tempat kerja
Udara merupakan elemen penting dari makhluk hidup. Oksigen
dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup. Apabila udara di tempat
kerja kotor maka kadar oksigen dalam udara tersebut bercampur dan bisa
mengakibatkan pekerja mengalami sesak nafas.
c. Kebisingan di tempat kerja
Salah satu polusi yang cukup menyibukkan para ahli untuk mengatasinya
adalah kebisingan, yaitu bunyi yang tidak dapat dikehendaki oleh telinga.
karena terutama dalam jangka panjang bunyi yang dihasilkan dapat
menyebabkan pendengaran menjadi rusak, kesalahan saat berkomunikasi
dengan rekan kerja, serta menurut penelitian, kebisingan juga bisa
menyebabkan kematian.
d. Bau-bauan tidak sedap di tempat kerja
Adanya bau-bauan di sekitar tempat kerja dapat dianggap sebagai
pencemaran, karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja, dan bau-
bauan yang terjadi terus menerus dapat mempengaruhi kepekaan
penciuman. Pemakaian “air condition” yang tepat merupakan salah satu
cara yang dapat digunakan untuk menghilangkan bau-bauan yang
mengganggu di sekitar tempat kerja.
e. Keamanan di tempat kerja.
Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan
aman maka perlu diperhatikan adanya keamanan dalam bekerja. Oleh
karena itu faktor keamanan perlu diwujudkan keberadaannya. Salah satu
upaya untuk menjaga keamanan di tempat kerja, dapat memanfaatkan
tenaga Satuan Petugas Pengaman (Satpam)
