Defenisi Etos Kerja


Secara etimologis istilah etos berasal dari bahasa Yunani yang berart “tempat
hidup”. Mula mula tempat hidup dimaknai sebagai adat istiadat atau kebiasaan.
Sejalan dengan waktu, kata etos berevolusi dan berubah makna menjadi semakin
kompleks. Dari kata yang sama muncul pula istilah Ethikos yang berarti “teori
kehidupan”, yang kemudian menjadi “etika”. Dalam bahasa Inggris Etos dapat
diterjemahkan menjadi beberapa pengertian antara lain “starting point”, “to
appear”, “disposition” hingga disimpulkan sebagai “character”. Dalam bahasa
Indonesia kita dapat menterjemahkannya sebagai “sifat dasar”, “pemunculan” atau
“disposisi/watak”.
Di dalam memahami lebih komprehensif terkait etos kerja, maka berikut ini
adalah paparan beberapa ahli terkait defenisi etos kerja:
a. Ginting (2016) mendefenisikan etos kerja sebagai semangat kerja yang
menjadi karakterisitk seorang karyawan, yang dilandasi etika, atau
perspektif kerja yang diyakini, dan dimanifestasikan tindakan konkret di
dunia kerja.
b. Sinamo (2011) mengatakan etos kerja adalah seperangkat perilaku kerja
positif yang berakar pada kerjasama yang kental, keyakinan yang
fundamental, disertai komitmen yang total pada paradigma kerja yang
integral.
c. Menurut Moeheriono (2014) etos kerja adalah semangat kerja atau selera
bekerja yang menunjukkan semangat untuk berkolaborasi, berdebat, dan
berprestasi, sehingga secara nyata dapat memetik hasil yang riil dan
memberi kontribusi bagi kemajuan organisasi dan bangsanya. Seorang
pegawai yang yang sangat bersemangat dalam bekerja, dia beranggapan
bahwa dia dapat membangkitkan semangat tim, atasan bahkan teman-
temannya.
d. Etos kerja (Salamun et al, 2017) adalah manifesti sikap positif yang
dimiliki oleh karyawan yang erat kaitannya dengan kepribadian, perilaku,
dan karakter meliputi kerja keras, disiplin, jujur, tanggung jawab, dan rajin
bekerja dengan manfaat dapat memaksimalkan pada pekerjaan yang
dilakukan