Menurut Hasibuan (2019:194) indikator yang mempengaruhi tingkat
kedisiplinan karyawan, di antaranya:
a. Tujuan dan kemampuan
Tujuan dan kemampuan ikut mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan.
Tujuan yang akan dicapai harus jelas dan ditetapkan secara ideal. Hal ini
berarti bahwa tujuan atau pekerjaan yang dibebankan kepada karyawan harus
sesusai dengan kemampuan karyawan yang bersangkutan, agar karyawan
dapat bekerja sungguh–sungguh dan disiplin dalam mengerjakannya.
b. Teladan pimpinan
Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan karyawan
karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan. Para pimpinan harus
memberikan contoh yang baik karena dengan pimpinan yang baik maka
kedisiplinan karyawan pun akan meningkat.
c. Balas jasa
Balas jasa berupa gaji dan kesejahteraan ikut mempengaruhi kedisiplinan
karyawan karena balas jasa akan memberikan kepuasan pada karyawan.
Dengan adanya balas jasa yang cukup, hal itu akan memberikan kepuasan
bagi karyawan, sehingga apabila kepuasan karyawan tercapai maka
kedisiplinan akan terwujud dalam perusahaan.
d. Keadilan
Keadilan yang dijadikan dasar kebijakan dalam pemberian balas jasa atau
hukuman akan merangsang terciptanya kedisiplinan karyawan yang baik.
Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan karena sifat
manusia yang selalu merasa dirinya penting dan meminta diberlakukan secara
adil dengan manusia yang lain.
e. Waskat
Pengawasan melekat ini yaitu atasan harus aktif dan turun langsung
mengawasi perilaku yang dilakukan karyawannya. Hal ini berarti atasan
harus selalu hadir di tempat kerja agar dapat mengawasi dan memberikan
petunjuk kepada karyawan, apabila ada karyawannya yang mengalami
kesulitan. Pengawasan melekat merupakan tindakan yang paling efektif
dalam mewujudkan kedisiplinan kerja para karyawan dalam perusahaan.
f. Sanksi hukuman
Sanksi hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan karyawan.
Dengan adanya sanksi hukuman, kemungkinan besar karyawan tidak akan
melanggar peraturan– peraturan yang berlaku. Berat atau ringan sanksi yang
diberikan dapat mengubah perilaku para karyawan agar tidak mengulangi
kesalahan sebelumnya.
g. Ketegasan
Ketegasan pimpinan dalam melakukan tindakan akan mempengaruhi
kedisiplinan karyawan. Pimpinan harus berani dan tegas, bertindak untuk
memberikan hukuman kepada setiap karyawan yang indisipliner sesuai
dengan sanksi hukuman yang telah ditentukan. Pimpinan yang tegas dalam
menerapkan hukuman akan disegani dan diakui kepemimpinannya.
h. Hubungan Kemanusiaan
Hubungan kemanusian yang harmonis di antara karyawan ikut menciptakan
kedisiplinan yang baik di suatu perusahaan. Manajer atau pimpinan harus
mewujudkan suasana hubungan kemanusiaan yang serasi, vertical maupun
horizontal. Hubungan vertical disini yaitu antara karyawan dengan pimpinan.
Sedangkan hubungan horizontal yaitu antara sesama karyawan. Jadi,
terciptanya hubungan kemanusian yang serasi akan mewujudkan lingkungan
dan suasana kerja yang nyaman
